sepakbola

Sebab Kasus Man City Lebih dari Sekadar Perkara Trofi

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Sebab Kasus Man City Lebih dari Sekadar Perkara Trofi


Rifqi Ardita Widianto - detikSepakbola

Foto: (Getty Images/Michael Regan)
Foto: (Getty Images/Michael Regan)
Jakarta -

Salah satu desakan yang muncul dalam kasus Manchester City adalah pencopotan gelar. Tapi itu sebenarnya juga tidak cukup.

Manchester City dinyatakan bersalah dalam kasus pelanggaran aturan financial fair play Premier League. Mereka bersalah dalam 114 dakwaan, dari total 115 yang dikenakan.

Pada dasarnya, kasus ini adalah kasus manipulasi keuangan. Man City menggelembungkan pemasukan komersial dengan menyamarkan uang pemilik sebagai uang sponsor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini memberikan Man City kekuatan untuk membangun tim dengan cepat dan agresif, sehingga berdaya saing luar biasa. Pelanggaran ini terjadi pada periode 2009-2018, yang mana dalam rentang itu klub meraih tiga gelar Premier League.

ADVERTISEMENT

Maka salah satu desakan yang muncul dari meledaknya kasus ini adalah hukuman pencopotan gelar.

"Saya merasa titel-titel Manchester City yang dimenangi di periode ini, atau trofi-trofi, harus dicopot dari mereka," ujar mantan pemain Liverpol Jamie Carragher dikutip Sky Sports.

Meski demikian, Carragher tak yakin apakah gelar-gelar itu sepatutnya diberikan ke klub lain yang finis di belakang Man City. Mengopernya begitu saja justru terasa menjadikan dampak kasus ini lebih kecil dari semestinya.

Baginya, kerusakan yang ditimbulkan Man City lebih dari perkara trofi. Ada perasaan-perasaan unik di sepakbola yang hilang, ada kepercayaan yang pudar.

Apalagi dari periode terjadinya pelanggaran itu juga mereka bisa membangun fondasi untuk sukses di tahun-tahun berikutnya.

"Soal apakah klub lain sebaiknya mendapatkan gelar-gelar itu, itu hal yang agak berbeda. Namun, tindakan Manchester City bukan cuma merugikan pemain mereka sendiri -dalam artian orang-orang kini tidak lagi memandang trofi dan medali mereka dengan cara yang sama," sambung Carragher.

"Saya sangat beruntung bisa memenangi beberapa medali. Bertahun-tahun kemudian, saya tidak pernah benar-benar menatap medali itu. Namun, ingatan saya kembali ke momen tertentu dan saya merasakan sensasi khusus di dalam hati. Saya teringat saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga-laga besar.

"Para pemain itu tidak akan pernah merasakan sensasi tersebut; hal itu telah direnggut oleh Manchester City. Itulah yang tidak mereka dapatkan. Menurut saya, tidak ada pemain yang akan peduli kalau medali itu diberikan ke mereka; mereka mungkin akan menyimpannya di rumah, di ruang koleksi trofi, namun tidak akan pernah benar-benar memandanginya."


(raw/raw)











Hide Ads