Manajer Nottingham Forest Oliver Glasner berharap kasus Manchester City cepat diselesaikan. Itu akan memberikan kepastian ke seluruh pemangku kepentingan.
Man City dinyatakan bersalah dalam 114 dakwaan, dari total 115 yang dikenakan, dalam kasus pelanggaran aturan financial fair play. Mereka ditemukan menggelembungkan pemasukan sponsor dengan menyamarkan uang pemilik sendiri senilai lebih dari 900 juta Paun.
Pelanggaran itu terjadi dalam rentang 2009-2018 dan Man City menghadapi ancaman hukuman pengurangan poin, degradasi, pencopotan gelar juara, hingga denda masif. Klub milik Uni Emirat Arab tersebut sejak awal menyangkal melakukan pelanggaran dan kini bersiap melakukan banding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Premier League, kasus ini adalah guncangan besar. Apalagi mereka menonjolkan citra sebagai kompetisi terbaik dan paling profesional, yang melibatkan perputaran uang luar biasa.
Glasner, yang berkiprah di Premier League sejak menangani Crystal Palace di 2024, berharap kasus ini cepat selesai. Itu akan memberikan kepastian ke semua pihak terkait, khususnya para penonton.
"Mari kita tunggu sampai keputusan akhir diumumkan, namun saya cuma berharap agar proses ini berlangsung cepat. Sebab, saat di Palace, kami sempat tidak tahu apakah kami akan bermain di Liga Europa atau Conference League," ungkapnya di The Guardian.
"Awalnya kami diberi tahu bahwa kabar akan keluar pada hari Kamis, lalu diundur ke hari Senin karena terus-menerus tertunda. Akhirnya, kami baru menerima keputusan tersebut 10 hari sebelum Conference League dimulai."
"Itulah sebabnya menurut saya masalah ini harus segera diselesaikan. Dampak negatifnya tidak hanya terasa di Inggris, tetapi juga bagi Premier League secara keseluruhan."
"Ini topik besar di seluruh dunia, khususnya di Eropa. Hal yang paling krusial adalah integritas liga, karena begitu para penggemar kehilangan kepercayaan, mereka tidak akan mau menontonnya lagi."
(raw/yna)










































