Tevez dipastikan menjadi salah satu pusat perhatian saat Manchester United menjadi tamu West Ham di akhir pekan terakhir di tahun ini. Alasannya gampang saja: Tevez musim lalu membela The Hammers.
Tapi kalau mau lebih panjang, Tevez meninggalkan London dengan kisah mengharukan. Ia adalah pahlawan yang menyelamatkan West Ham dari jurang degradasi di akhir musim lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya? West Ham berhasil menang tipis 1-0, dan gol tunggal pertandingan tersebut dicetak Tevez di menit-menit akhir babak pertama. Maka pesta Anton Ferdinand dkk pun "menumpang" berpesta di "Theatre of Dreams".
Ironisnya, Tevez nyaris mejadi bintang terbuang. Oleh pelatih sebelumnya, Alan Pardew, ia sempat difungsikan sebagai pemain spesialis pengganti. Namun tekad kuat dan kerja keras membuat dia memperoleh tempat yang sesungguhnya -- bahkan menjadi pahlawan di penghujung kompetisi.
Jadi, walaupun musim ini pindah ke MU dan akhir pekan ini akan bereuni ke Upton Park, Tevez diklaim takkan dimusuhi atau diberi label "Judas", tidak seperti Ashley Cole yang langsung dicap pengkhianat oleh fans Arsenal gara-gara hijrah ke Chelsea dengan uang sebagai anggapan motif utamanya.
"Carlos akan menerima penyambutan yang luar biasa. Semua fans kami menaruh respek pada dia atas apa yang telah dia lakukan. Dia akan senantiasa diterima kembali di sini selama hidupnya," cetus bek West Ham Matthew Upson.
Jadi, kita tunggu saja bagaimana suasana Upton Park saat bintang internasional Argentina itu memasuki lapangan. Juga menarik untuk dilihat apakah ada perubahan penyambutan jika Carlitos -- julukan Tevez -- merobek-robek jala Robert Green.
(a2s/din)











































