Spurs memanen enam gol dalam laga pamungkanya di tahun ini saat menjamu Reading di White Hart Lane, Sabtu (29/12/2007). Dimotori Dimitar Berbatov yang memborong empat gol, tim London utara itu menang 6-4.
Tiga hari sebelumnya Spurs juga menghasilkan lima gol guna memberi kado Natal buat fansnya. Fulham mereka bekuk dengan skor 5-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketajaman serangan Spurs ini tentu tak bisa dilepaskan dari faktor Ramos, sebagaimana pelatih asal Spanyol itu juga memperbaiki statistik permainan Robbie Keane dkk saat masih ditangani Martin Jol di awal musim.
Dari 14 pertandingan di bawah kendali Ramos, Spurs mampu melesakkan 33 gol ke gawang lawan. Artinya, bahkan mereka menghasilkan rata-rata tiga gol per game. Sebelum dia datang, Spurs hanya memproduksi 28 gol dari 15 laga, atau rata-rata kurang dari dua per partai.
"Ini tidak sebagus yang Anda pikirkan," kelakar asisten Ramos, Gustavo Poyet, kepada wartawan setelah duel melawan Reading. "Saya rasa ini sangat baik untuk kalian."
Dengan total 10 gol dalam 90 menit, tentu pertandingan tersebut amatlah menghibur penonton. Khusus untuk Spurs, hal positif yang digarisbawahi Poyet adalah mereka mampu bangkit walaupun sempat tiga kali tertinggal lebih dulu.
"Sulit untuk dimengerti bagaimana pertandingan ini bisa berakhir 6-4," cetus pria asal Uruguay itu. "Kami tahu kualitas penyerang kami, tapi kami pun harus demikian pula di lini belakang," sambung Poyet merujuk pada empat gol yang bersarang di jala Paul Robinson.
(a2s/a2s)











































