Cinta Saja Tak Cukup, Senor!

Cinta Saja Tak Cukup, Senor!

- Sepakbola
Senin, 07 Jan 2008 07:42 WIB
Cinta Saja Tak Cukup, Senor!
Jakarta - Liverpool memetik hasil mengecewakan di beberapa pertandingan terakhir yang mereka jalani. Kesalahan pun ditimpakan kepada Rafa Benitez. Cinta saja tak cukup, Senor Benitez.

Hasil-hasil buruk Liverpool dimulai saat ditekuk Reading 1-3 di ajang Liga Inggris, awal Desember silam. The Reds sempat memberi harapan dengan bangkit di Liga Champions dan mengamankan tiket 16 besar.

Liverpool kembali terpuruk saat dipaksa menelan kekalahan 0-1 di tangan Manchester United. Parahnya, kekalahan dari salah satu musuh bebuyutan The Kop itu terjadi di rumah mereka sendiri, Stadion Anfield nan 'suci'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benitez pun terpojok. Tak hanya kekalahan itu, namun konfliknya dengan duet pemilik Liverpool, Tom Hicks dan David Gillet, juga ikut membuat kursi manajernya rentan melayang. Namun Benitez masih dinaungi nasib baik karena akhirnya masih dipercaya menangani Steven Gerrard dkk.

Liverpudlians, sebutan fans Liverpool, sempat sedikit tersenyum saat klub kesayangannya berturut-turut membekap Portsmouth (4-1) dan Derby County (2-1). Tapi senyum itu perlahan sirna saat Liverpool ditahan Manchester City 0-0 dan Wigan 1-1 di Liga Inggris. Puncaknya, 18 kali juara Liga Inggris itu diimbangi Luton Town 1-1 di babak III Piala FA.

Laga terakhir inilah yang kemudian membuat nasib Benitez kembali bagai telur yang berada di ujung tanduk. Pasalnya, Luton adalah klub antah-berantah yang hanya bermain di arena League One (Divisi II).

Dari selisih peringkat saja, terentang 60 buah anak tangga di antara kedua kubu. Hasil ini cukup memalukan karena Liverpool menurunkan skuad yang relatif komplet. Di atas kertas, sudah seharusnya Liverpool menang. Kalau perlu dengan skor besar.

Tersudut, Benitez sudah menegaskan bahwa ia tak berniat melempar handuk. Ia bertekad terus membesut Liverpool. Pria Spanyol berusia 47 tahun itu mengaku mencintai Liverpool dan belum ingin pergi.

Tapi tentu saja cinta tidaklah cukup, Senor Benitez. Mantan juru latih Valencia itu harus mampu menghadirkan kemenangan demi kemenangan bagi Liverpool.

Empat pertandingan ke depan, Liverpool akan menghadapi lawan relatif enteng di Liga Inggris. Setelahnya, The Reds harus meladeni Chelsea, masih di Liga Premier, dan kemudian baru Inter Milan di Liga Champions.

Merangsek ke empat besar Premiership dan satu tempat di perempatfinal Liga Champions jadi target mutlak Benitez dan pasukannya. Bila itu tidak tercapai dalam periode singkat, kesabaran klub dan fans bisa makin menipis. Saat itulah, barangkali Benitez memang harus hengkang dan meninggalkan cintanya di belakang.Β  (arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads