Ilmuwan Ahli Bantu Hakim Garis Inggris

Ilmuwan Ahli Bantu Hakim Garis Inggris

- Sepakbola
Rabu, 09 Jan 2008 10:33 WIB
Ilmuwan Ahli Bantu Hakim Garis Inggris
London - Seorang ilmuwan olahraga terkemuka telah dipanggil untuk memberikan bantuan kepada para hakim garis Premiership yang belakangan banyak dikritik seputar keputusan dalam menentukan offside.

Pada hari Minggu, (6/1/2008) lalu, para asisten wasit dipanggil untuk hadir dalam sebuah pertemuan yang disebut-sebut cukup mendesak. Pertemuan itu menghadirkan Dr Werner Helsen, seorang ahli kebugaran dari Belgia yang sebelumnya telah membantu UEFA mempersiapkan para ofisial Piala Dunia dan Piala Eropa.

Dr Helsen kini direkrut Inggris demi menganalisa pengambilan keputusan dalam pertandingan di kompetisinya, serta memberikan instruksi kepada pada ofisial untuk bisa menghadapi peraturan pertandingan paling membingungkan dan rumit sekalipun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini dilakukan seiring dengan janji para wasit untuk tidak mengurangi kartu merah terhadap pelanggaran berbahaya oleh pemain di lapangan, sampai pihak klub memberikan peringatan.

Khusus masalah kecermatan dalam menentukan offside, tokoh-tokoh wasit senior mengakui kalau hakim garis saat ini masih berupaya untuk memenuhi tingginya pengharapan dalam mengaplikasikan peraturan yang ada. Seperti dalam kemenangan 2-1 Chelsea atas Newcastle pada akhir tahun lalu, gol kemenangan The Blues yang dicetak oleh Salomon Kalou cukup jelas terlihat offside kendati hakim garis menilai gol itu sah.

Masalah lain adalah dianulirnya beberapa gol, terkait interpretasi di mana pemain tertentu dinilai aktif atau tidak. Kalou kembali terlibat, meski kali ini jadi korban karena golnya ke gawang Blackburn Rovers pada laga September lalu dianulir wasit. Dia dinilai berada dalam posisi offside, walaupun tayangan ulang berkata lain. Keputusan itu juga memancing reaksi dari Jose Mourinho yang saat itu masih menangani "Si Biru".

Demi mengurangi kesalahan semacam itulah keberadaan Dr Helsen diperlukan, seperti diutarakan mantan wasit Liga Primer, Graham Poll. "Studinya mengenai syarat kebugaran telah diadopsi FIFA dan UEFA yang akhirnya dikenal sebagai tes Werner Helsen. Dia juga bertugas melatih ofisial pertandingan dalam semua kejuaraan besar semenjak tahun 2000," urai Poll yang pernah bekerjasama dengan Helsen, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (9/1/2008).

"Werner meyakinkan Anda bahwa 95 persen kesalahan dibuat lebih karena posisi yang buruk, bukan keputusan yang buruk. Anda hanya perlu setengah yard (sekitar 0,4 meter) untuk bisa salah mengambil keputusan. (Untuk menguranginya) dia menyusun semuanya dalam sebuah rencana kebugaran," lanjut Poll.

Program kebugaran yang akan dijalankan Dr Helsen, imbuh Poll, adalah lari 150 meter dalam 30 detik lalu berlari 50 meter sembari memulihkan diri. Jadwal tersebut akan diulangi sebanyak 20 kali. "Dia juga memiliki spesialiasi dalam melakukan perubahan arah (lari)," pungkas Poll.

Siapa lagi mau rekrut Dr Helsen?

(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads