Tak hanya jumlah pendapatan MU yang naik, jumlah uang yang harus diserahkan Red Devils bagi agen pun ikut meroket. Bila pada periode Juni 2005-Juni 2006 MU harus menyerahkan US$ 1,8 juta (sekitar Rp 16,9 miliar), maka pada periode Juni 2006-Juni 2007, jumlahnya naik jadi US$ 2,1 juta.
Nilai uang yang tak sedikit tentunya, bahkan bagi klub kaya sekelas MU sekalipun. Namun fakta ditanggapi biasa oleh kubu MU. "Kami tidak malu dengan jumlah itu," tegas Chief Executive David Gill seperti dikutip YahooSports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Gill merasa perlu untuk mengajak 19 klub di Premiership lainnya untuk mengikuti jejak "Setan Merah" mempublikasikan seberapa besar mereka membelanjakan uangnya untuk fee bagi agen pemain.
"Bagian dari cara berbisnis dan menarik pemain adalah dengan memakai agen. Tidak hanya di negara ini," sambung Gill.
"Saya tidak khawatir dengan angka-angka ini. Saya pikir pengumuman jumlah ini adalah hal yang baik. Sesuatu yang tidak dilakukan oleh 19 klub lain," tuntas dia.Β (arp/key)











































