Anelka dipinang Chelsea dari Bolton Wanderers dengan harga sekitar 15 juta poundsterling. Mengawali karir di Paris Saint-Germain, hingga kini striker kelahiran 28 tahun lalu itu tercatat sudah pernah singgah di delapan klub berbeda.
Selepas dari Paris SG, Anelka hijrah ke Arsenal. Real Madrid menjadi tujuan berikut, sebelum kemudian pulang kampung untuk kembali memperkuat PSG. Anelka lantas dipinjamkan ke Liverpool, lalu hijrah ke Manchester City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Anelka, ada sejumlah nama top yang juga layak digelari journeymen, alias lelaki yang selalu bepergian.
Salah satu di antaranya adalah Andy Cole. Lelaki kelahiran tahun 1971 ini pernah memperkuat Arsenal, Fulham (dua kali), Bristol City, Newcastle United, Manchester United, Blackburn Rovers, Manchester City, Portsmouth, Birmingham (pinjam) sebelum kini berlabuh di Sunderland.
Masih dari tanah Inggris, juga ada nama Marcus Bent. Sebelum kini dipinjam Wigan dari Charlton, Bent pernah bermain di Brentford, Crystal Palace, Port Vale, Sheffield United, Blackburn, Ipswich, Leicester (pinjam), Everton dan kemudian Charlton.
Berpindah ke Italia, ada Christian Vieri di sana. Vieri mengawali karir profesionalnya bersama Prato. Kemudian, pemain berposisi penyerang itu hijrah ke Torino, Pisa, Ravenna, Venezia, Atalanta (dua kali), Juventus, Atletico Madrid, Lazio, Inter Milan, AC Milan, Monaco, sebelum akhirnya kini menetap di Fiorentina.
Alasan kepindahan para pemain yang bagai kutu loncat itu bermacam-macam. Mulai dari persoalan kesempatan bermain, kecocokan dengan pelatih, faktor keluarga dan (tentu saja) tawaran untuk mendapatkan kesejahteraan lebih. Sebuah hal yang sah-sah saja di belantara sepakbola Eropa, bukan? (arp/din)











































