Yang dikeluhkan Rush adalah "pembocoran rahasia" keinginan mendekati Klinsi yang diuatarakan Tom Hicks. Menurut pemain yang sudah tampil 660 kali dalam seragam The Reds dan menyumbang 346 gol itu, cara-cara yang ditempuh Hicks sangat "tidak Liverpool".
"Saat ini semua orang bisa saja menertawakan pihak klub. Dengan banyak cara, Anda bisa mengerti bahwa ini bukanlah cara Liverpool menangani suatu hal," ujarnya, seperti dilansir Goal, Selasa (15/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Rush, pernyataan tersebut sangat mungkin menyebabkan tekanan yang makin besar bukan hanya bagi Rafa, tapi pemain Liverpool secara keseluruhan.
"Mengakui sempat mendekati Klinsmann bukanlah waktu yang tepat (saat ini), ini bisa menambah tekanan kepada Rafa. Tidak hanya Rafa bisa yang marah, para pemain dan fans juga bisa. Sebab segalanya yang sudah tenang kini seperti memanas lagi," ucapnya.
Padahal menurutnya Klinsi belum tentu bisa sebaik Rafa yang terbukti sudah memberikan empat tropi pada The Kop sejak kedatangannya tahun 2004 lalu.
"Dengan segala hormat terhadap Klinsmann, bagaimana mungkin ia bisa lebih memahami sepakbola Eropa ketimbang Rafa?. Jika berbicara Eropa, Rafa tetaplah yang terbaik dan untuk sepakbola Inggris Rafa juga sedikit lebih memahami dibandingkan Klinsmann" pungkasnya. (din/arp)











































