MU ke Riyadh, Mengeruk Riyal?

MU ke Riyadh, Mengeruk Riyal?

- Sepakbola
Senin, 21 Jan 2008 13:05 WIB
MU ke Riyadh, Mengeruk Riyal?
Riyadh - Berkunjung ke negara lain biasa dilakukan klub saat libur kompetisi atau jeda musim. Maka saat Manchester United terbang ke Riyadh di tengah musim, motif ekonomi dicurigai menjadi alasan.

MU saat ini memang tengah berada di Ibukota Arab Saudi itu. Mereka berada di Riyadh demi memenuhi undangan untuk melakoni laga persahabatan menghadapi Al Hilal dalam pertandingan penghormatan pada pemain legendaris Sami Al Jaber.

Tidak salah memang jika MU memutuskan memenuhi undangan tersebut. Namun tetap saja keberangkatan "Setan Merah" ke Riyadh memantik tanda tanya dan kecurigaan di beberapa kalangan sepakbola Inggris mengingat mereka kini tengah berada di tengah musim yang berarti punya jadwal yang padat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menghadapi Reading, Sabtu (19/1/2008) kemarin, MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di babak keempat Piala FA akhir pekan ini. Padahal mereka baru dijadwalkan kembali ke Kota Manchester pada Kamis (24/1/2008) mendatang.

Kondisi itulah yang kemudian membuat MU dituduh terlalu serakah. Soalnya untuk memenuhi undangan tersebut "Setan Merah" diperkirakan mendapat bayaran 7,3 juta Riyal atau sekitar Rp 18,5 miliar.

"Jujur saya, jika kami kembali (ke Inggris) dan mendapat hasil buruk maka orang akan mengatakan kalau kami tak seharusnya datang ke sini. Tapi saya yakin berada di sini tak akan membahayakan kami," sanggah Sir Alex Ferguson di Yahoosport.

Selain Gary Neville, Paul Scholes dan Louis Saha yang cedera, Fergie membawa kekuatan penuh dalam kunjungannya ke Arab Saudi itu. Dia malah memastikan akan menurunkan pemain utamanya dalam pertandingan tersebut.

"Seluruh pemain akan memainkan perannya dan saya akan memulai dengan kekuatan penuh, jadi Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan Carlos Tevez akan bermain. Kami akan melakukan dua sesi latihan di sana pada hari Rabu dan Kamis dan kondisi yang baik dan cuaca yang hangat. Jadi itu akan menjadi keuntungan untuk kami sebelum kembali ke Manchester, dan kami sudah membuat keputusan untuk pergi ke sini dan berharap bisa membuktikan kalau itu benar," pungkas Fergie.

Pekan lalu MU dilaporkan membukukan rekor pendapatan keuangan. Menurut laporan majalan Financial Times, pemasukan The Red Devils per 30 Juni 2007 sebesar 245 juta poundsterling (Rp 4,5 triliun). Jumlah tersebut meningkat 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.


Foto: Sir Alex Ferguson bersama pangeran Arab Saudi Mohammed bin Faisal bin Saud.
(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads