Dilansir oleh YahooSports, aksi unjuk rasa itu menurut rencana akan digelar saat Liverpool menjamu Aston Villa di Anfield, Selasa (22/1/2008) dinihari WIB.
Pokok persoalannya terletak pada ketidakpuasan para suporter fanatik The Reds terhadap cara Hicks dan Gillet sebagai pemilik dalam mengurus klub. Selain itu, isu penjualan saham Liverpool kepada investor dari Uni Emirat Arab juga menjadi sorotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain untuk mencicil utang pembelian, uang yang jumlahnya setara dengar Rp 5,51 triliun itu juga akan dipakai untuk membayar utang pembelian pemain dan pembiayaan awal pembangunan stadion baru.
Upaya untuk mendapat dana segar memang sedang dikebut. Pasalnya, jika dalam tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan pembayaran tentang utang 220 juta pound itu, jumlah bunga yang harus ditanggung bisa mencapai 30 juta pounds per tahun.
Hicks-Gillet dilaporkan mendekati lagi Dubai International Capital (investor yang dulu mereka kalahkan saat menawar Liverpool) untuk mengucurkan dana. Kabar itu kemudian dibantah.
Selain keruwetan tentang kondisi keuangan The Kop, hal lain yang memicu kemarahan Liverpudlians adalah konfirmasi tentang kabar pendekatan yang pernah dilakukan Hicks-Gillet kepada Jurgen Klinsmann untuk menggantikan manajer Rafa Benitez.
Unjuk rasa di Anfield itu diyakini bakal diikuti oleh ribuan fans berat The Reds. Patut ditunggu, akan seperti apa kelanjutan saga Hicks-Gillet vs Liverpudlians nantinya.
(arp/key)










































