Turun di semifinal leg kedua Piala Liga di White Hart Lane, Rabu (23/1/2008) dinihari WIB, manajer Arsene Wenger agak sedikit di luar kebiasaan tidak total menerjunkan para pemain mudanya. L'Professeur merumputkan tiga pemain senior: Bacary Sagna, Alexander Hleb dan William Gallas.
Tapi tampaknya hal itu tidak cukup bagi Arsenal. The Gunners dibulan-bulani oleh para pemain Spurs. Meski kemudian memasukkan Cesc Fabregas, Eduardo da Silva dan Emmanuel Adebayor, semua percuma. Arsenal menderita kekalahan pertama mereka dari Spurs dalam 22 derby London Utara terbaru. Terakhir kali Spurs mampu unggul terjadi pada tahun 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kekalahan (apalagi dengan skor telak) tetaplah kekalahan. Wenger pun menyadari situasi ini bisa mempengaruhi mental para prajuritnya di masa depan.
"Kekalahan ini menyakitkan. Secara keseluruhan, semuanya bagaikan melawan kami malam ini dan kami sedikit terlalu naif," tuturnya kepada Sky usai pertandingan.
Wenger secara jantan mengakui bahwa lawan bermain lebih bagus. "Tentu saja, mereka lebih baik dari kami. Kami harus menerimanya. Saya menyesal untuk para pemain muda yang sudah memberikan semuanya."
(arp/key)











































