Scholes terakhir membela MU di Liga Inggris pada 20 Oktober 2007 menghadapi Aston Villa. Karena mengalami robek pada ligamen lututnya saat melakukan pemanasan sebelum berlaga di Liga Champions, Scholes pun harus naik meja operasi dan absen hingga kini.
Penampilan MU sepeninggal Scholes sebenarnya terhitung baik-baik saja, bahkan puncak klasemen berhasil mereka kuasai setelah sempat tersendat di awal musim. Namun tetap saja kembalinya sang gelandang serang berusia 33 tahun itu disambut sangat antusias oleh Fergie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Red Devils juga masih berpeluang merebut treble menyusul sukses melangkah ke babak 16 besar Liga Champions dan masih bertahan di Piala FA. Dan kembalinya Scholes jelas membuka peluang MU merengkuh kembali sukses yang mereka raih sembilan tahun silam.
"Aset terbesarnya selama ini adalah kemunculannya di kotak penalti. Dia sudah mencetak 138 gol dari posisinya sebagai gelandang, itu unik. Tapi di samping itu dia juga punya aset besar dalam hal passing, ketenangan dan otak permainan. Di usia 33 tahun, saya ,asih meletakkannya di posisi tinggi, seperti yang dilakukannya saat berusia 23," lanjut Fergie.
Scholes memulai karinya sebagai pesepakbola di tim MU junior. Meski sudah masuk di tim senior sejak 1993, dia baru menjalani debut swampai semusim kemudian saat berusia 17 tahun. Namanya mulai jadi langganan starter "Setan Merah" sejak musim 1997-1998 dan akhirnya mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama semusim berselang.
Akhir pekan ini MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di babak keempat Piala FA. Scholes pun berpeluang langsung dimainkan untuk memberi tambahan tenaga mengingat sang tamu belakangan tampil sangat impresif. (din/a2s)











































