Di Old Trafford, Minggu (10/2/2008), sepasang gol City yang diciptakan oleh Darius Vassell (menit ke-25) dan Benjani Mwaruwari (45) hanya mampu dibalas dengan satu gol Michael Carrick di penghujung pertandingan.
MU sudah empat kali kalah musim ini, masing-masing sekali di tangan West Ham United dan Bolton Wanderers. Dua kekalahan sisanya, tentu saja, ditorehkan oleh City, sang rival sekota. Pertemuan pertama pada Agustus tahun lalu berakhir 1-0 bagi City.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski secara tidak resmi telah menabalkan diri sebagai 'pembunuh' MU, Eriksson tampaknya tak peduli dengan pencapaian pribadinya. Ia lebih senang menyanjung timnya secara keseluruhan.
"Saya pikir kami layak menang. Kami mencetak lebih banyak peluang, jadi kami sangat bahagia," ujar sang manajer City kepada Sky Sports.
Dari catatan statistik, City memang unggul dalam jumlah shot on goal, yakni lima berbanding empat. Meski begitu, secara keseluruhan, MU-lah yang lebih menguasai permainan dengan penguasaan bola 62%.
Tapi semua itu tak membuat risau Eriksson. "Saya sangat bangga dengan semua pemain dan turut bahagia untuk para fans kami. Ini hasil yang luar biasa," lanjut pria berpaspor Swedia itu lagi.
Kemenangan dobel City sekaligus memecahkan tabu yang sudah berusia puluhan tahun. Sebabnya, terakhir kali The Citizens bisa dua kali menekuk MU terjadi pada musim 1969/1970 silam.
"Enam angka dari Manchester United dalam satu musim sungguh bagus," seru Eriksson berbunga-bunga.
(arp/ian)











































