Hasil seri yang didapat Liverpool dalam laga terakhir melawan Chelsea semakin menyulitkan langkah Liverpool untuk meraih gelar di Liga Premiere. Mengingat hanya tiga belas laga yang tersisa pada musim ini, rasanya anggapan itu mendekati benar.
Tahun ini Rafa sebenranya telah membuat beberapa perubahan, terutama membeli beberapa pemain yang dianggap mampu untuk memperbaiki kinerja tim. Sayangnya pembelian ini belum efektif untuk mengangkat prestasi The Kop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat mengikuti perkembangan Liverpool, dan (tadinya) saya berpikir bahwa ini dalah tahun mereka. Tapi mereka membuat terlalu banyak perubahan terhadap line up tim sehingga mengakibatkan mereka menjadi tidak konsisten ataupun saling mengerti (satu sama lain)", ungkap Redknapp di Goal.
Alasan lain yang membuat Liverpool kembali harus gigit jari adalah tiadanya pemain bintang seperti yang dimiliki para kompetitor di papan atas. Seringnya pelatih Spanyol itu merotasi pemain dan pilihan untuk fokus ke Eropa juga disebut pria yang sempat berseragam "Merah" dalam kurun 1991-2002 sebagai "penunjang" kegagalan Liverpool.
"Saat saya melihat Arsenal, Manchester United dan Chelsea, mereka punya banyak pemian hebat di line-up-nya. Liverpool cuma punya dua: Steven Gerrard dan Fernando Torres. (Eropa) adalah prioritasnya dan semua yang dia lakukan demi meraih target tersebut. Saat sedang bagus mereka bisa mengalahkan siapapun. Tapi mereka juga berjuang untuk bisa konsisten di sepanjang musim Premier League," pungkas Redknapp. (din/krs)











































