Mungkin banyak yang menilai kalau kemenangan City atas MU di pertemuan pertama 19 Agustus lalu lebih karena keberuntungan. Saat itu gol tunggal kemenangan tuan rumah yang dicetak Deiberson Geovanni lebih dulu membentur badan Nemanja Vidic sebelum menjebol jala Edwin van der Sar
Tapi di Old Trafford, Minggu (10/2/2008) kemarin Eriksson membuktikan kalau tiga angka yang diraihnya lebih dari sekedar keberuntungan. Bermain di tempat yang dalam 34 tahun tak pernah dimenangi City, dua gol dari Benjani Mwaruwari dan Darius Vassell cuma mampu dibalas satu gol oleh Michael Carrick. City pun menang 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengaku tak punya trik khusus untuk meraih dua kemenangan tersebut, pelatih berkebangsaan Swedia itu ternyata punya resep untuk meredam permainan atraktif "Setan Merah".
"Tak ada trik untuk mengalahkan MU. Anda hanya harus bekerja keras. Anda tahu jika bertemu dengan tim seperti ini, maka Anda harus punya kekuatan. Terus bayangi mereka dan jangan biarkan mengembangkan permainan," ungkap Eriksson di TheSun.
Soal Cristiano Ronaldo yang jadi momok menakutkan buat banyak tim, Eriksson juga punya pendekatan khusus.
"Jika Anda membiarkan pemain seperti Cesc Fabregas di Arsenal dan Ronaldo memegang bola... mereka sangat bagus. Anda harus menjadi agresif dan tetap menjaga kekompakan tim. Itu rahasia -- jangan beritahu siapapun," seloroh mantan pelatih timnas Inggris itu.
(din/krs)










































