"Ini sewenang-wenang. Premier League yang kaca itu sedang mencoba menambah kaya dan ingin membuat ekspansi dari pentingnya liga ini,β cetus Blatter kepada BBC, Kamis (14/2/2008).
"Rencana ini diambil tanpa mempertimbangkan aspek fans dan klub-klub dan memberi kesan bahwa mereka hanya ingin menggelar tur untuk menghasilkan uang lebih banyak."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda tersebut menjadikan pertandingan yang akan dilakoni setiap klub bisa berjumlah 39, dari biasanya 38. "Saya yakin ide ini akan ditentang. Juga bisa membawa dampak yang tak positif menyangkut pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018," tambah Blatter.
Sejauh ini baru negara-negara di kawasan Arab yang menyambut antusiasi rencana ekspansi Liga Inggris tersebut. Adapun pihak yang telah menolak antara lain Australia dan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).
Di kalangan dalam negeri Inggris pun hal ini tengah menjadi kontroversi. Kebanyakan media massa justru tidak menyukai ide ini dan menganggap upaya mencari duit ini sebagai hal memalukan.
Presiden UEFA Michel Platini juga memandang proposal tersebut sebagai "sebuah gagasan komikal dan aneh". Rafael Benitez pun mengkritiknya. "Saya tak suka. Memainkan pertandingan di negara lain tidaklah tepat untuk kompetisi ini. Anda harus bermain di sini, di Inggris, dengan kesempatan yang sama buat siapapun," tukas pelatih Liverpool itu.
(a2s/arp)











































