Naluri Hewan Bikin Wenger Berprestasi

Naluri Hewan Bikin Wenger Berprestasi

- Sepakbola
Sabtu, 16 Feb 2008 13:31 WIB
Naluri Hewan Bikin Wenger Berprestasi
London - Tercatat sebagai manajer Arsenal yang paling banyak memboyong tropi ke "Gudang Peluru", Arsene Wenger masih akan terus memburu piala selama naluri liar seekor binatang yang ada di dalam dirinya masih belum pupus.

Semenjak ditunjuk jadi manajer Arsenal pada 28 September 1996 silam, Wenger telah membawa tim kota London itu jadi tim yang ditakuti di Inggris, dan juga Eropa.

Tiga gelar juara Premiership (1998, 2002, 2004) dan empat kali jadi jawara Piala FA (1998, 2002, 2003, 2005) adalah beberapa prestasi Wenger, satu-satunya manajer non-Inggris Raya yang bisa membuat Double, alias meraih dua piala dalam semusim, di Inggris. Wenger juga satu-satunya manajer dalam sejarah Liga Primer Inggris yang mampu melewati satu musim tanpa kekalahan --torehan yang dibuatnya pada tahun 2004.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini pria kelahiran 22 Oktober 1949 itu hampir mencapai tahun ke-12 menukangi Arsenal, sekaligus menjadi manajer The Gunners yang paling setia setelah melewati 650 laga pada 12 Januari silam. Tapi itu belumlah cukup bagi Wenger yang belum berniat berhenti.

"Aku tak tahu berapa lama lagi bisa bertahan. Ini adalah keseimbangan antara hasrat internal, dorongan naluri hewan untuk bertarung dan menang, serta menjadi cukup bijaksana untuk mengambil keputusan yang tepat," tegasnya seperti dikutip The Sun, Sabtu (16/2/2008).

Wenger yang pernah membesut AS Nancy, AS Monaco dan Nagoya Grampus Eight itu menambahkan kalau kehidupannya selalu menyoal tentang sepakbola. Mantan pemain FC Mulhouse, ASPV Strasbourg dan RC Strasbourg tersebut mengaku memiliki peluang untuk berkarir hal-hal lain kendati itu tak bisa membuatnya berpaling dari hasratnya menekuni sepakbola.

"Semangat dan antusiasmeku masih seperti 20 tahun lalu. Mungkin masih akan sama 20 tahun lagi. Aku juga menyadari kalau Anda butuh semacam kekuatan hewan. Untuk memotivasi orang, Anda butuh naluri hewan pemburu. Anda harus ingin menang."

"Saat Anda jadi manajer muda, naluri hewan Anda kuat tapi minim pengetahuan. Seiring usia, keseimbangannya berubah. Naluri hewannya mengecil dan kebijaksanaan jadi dominan. Lalu ada saatnya ketika Anda cuma punya kebijaksanaan, dan itulah saat mengucap selamat tinggal. Lalu, ada kemungkinan Anda juga kehilangan kebijaksanaan. Kalau itu terjadi, Anda punya masalah."

Maka ketika ditanya kapan berencana pensiun, Wenger pun hanya bisa angkat bahu. "Mungkin besok, mungkin sepuluh tahun lagi. Aku tak berpikir seperti itu. Aku hanya berpikir tentang laga berikutnya dan hasrat melakukan pekerjaan ini."

(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads