Rumitnya Premiership Buat Rafa

Rumitnya Premiership Buat Rafa

- Sepakbola
Kamis, 21 Feb 2008 06:35 WIB
Rumitnya Premiership Buat Rafa
Liverpool - Kontras sekali prestasi Liverpool di Premiership dan Liga Champions ketika ditangani Rafael Benitez. Liga Champions pernah jadi jawara, sementara di Premiership belum mampu meraih piala.

Dalam musim pertamanya di Anfield, pada musim 2004-05, Benitez langsung membawa The Reds jadi raja Eropa. Jelas sebuah prestasi yang luar biasa.

Tropi yang sama bahkan nyaris diboyong untuk kali kedua pada musim 2006-07. Melaju sampai partai puncak, Liverpool akhirnya harus mengakui ketangguhan AC Milan yang lantas jadi juara setelah menaklukkan timnya Benitez dengan skor 2-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi raihan Liverpool di Eropa tak berbanding lurus dengan performa mereka di Premiership. Pada musim pertamanya bersama "Si Merah", Benitez hanya mampu membawa timnya duduk di posisi lima klasemen akhir. Dua musim belakangan mereka setia menempati posisi ketiga, sementara musim ini masih duduk di urutan kelima.

Kenapa bisa demikian berbeda, Rafa?

Secara garis besar, sepertinya Liga Champions dinilainya sebagai sebuah lahan kompetisi yang tepat untuk pengaplikasian berbagai taktik yang ada di otaknya. Berbeda dengan Liga Primer yang partai-partainya tak terduga dan kerap menyajikan kejutan.

"Di Eropa Anda bisa melakukan pendekatan sebuah pertandingan dengan taktis dalam cara yang berbeda. Di Inggris, sepakbolanya memiliki gaya yang berbeda dan lebih sulit bagi seorang manajer untuk memberi pengaruh tentang apa yang terjadi. Tidaklah mudah memberikan pengaruh melalui taktik dalam sebuah pertandingan di Inggris, seperti (yang bisa dilakukan) di tempat lain di Eropa," beber manajer asal Spanyol tersebut seperti dilansir Goal, Kamis (21/2/2008).

Seiring dengan kesulitannya memberikan yang terbaik bagi Liverpool di kancah kompetisi domestik, rumor pencopotan pun masih terus membayangi Benitez. Sebelum menghadapi Inter Milan di partai leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB kemarin, isu tersebut juga mencuat, karena beberapa hari sebelumnya mereka disingkirkan hanya oleh tim divisi Championship, Barnsley, di Piala FA.

Meski demikian, lagi-lagi Steven Gerrard cs menunjukkan ketangguhan mereka di Eropa dan meraih kemenangan berharga di depan publiknya sendiri. Tekanan kepada Benitez pun berkurang. "Kemenangan itu sangat penting bagi klub. Kami perlu bermain bagus untuk orang-orang kami sendiri, dan sikap para pemain sangatlah bagus. Malam itu teramat penting bagi semua orang di Liverpool."

Maka bertolak dari kemenangan atas Inter, sebuah tim yang sangat dominan di kompetisi Seri A Italia, Benitez pun kembali meneguhkan tekadnya untuk segera menemukan kunci jitu untuk meraih kesuksesan di Premiership.

"Saya selalu punya keyakinan untuk tim. Kalau kami selalu bisa bermain seperti lawan Inter, itu akan bagus dan kami akan memenangi banyak pertandingan. Kini kami memiliki partai penting lainnya di Liga saat menjamu Middlesbrouh di akhir pekan. Apa yang kami butuhkan saat ini adalah konsistensi," pungkas manajer yang direkrut Liverpool dari Valencia tersebut.

(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads