'Eduardo Bisa Kehilangan Kaki'

'Eduardo Bisa Kehilangan Kaki'

- Sepakbola
Selasa, 26 Feb 2008 00:39 WIB
Eduardo Bisa Kehilangan Kaki
London - Jika bukan karena kesigapan tim medis, cedera patah kaki Eduardo da Silva usai ditekel Martin Taylor bisa saja menyebabkan penyerang Arsenal itu kehilangan kakinya.

Adalah seorang seorang fisioterapis dan ahli Osteopati, Tim Allardyce, yang memberikan pandangan tersebut. Menurutnya, jika tim medis telat sedikit saja dalam memberikan perawatan, kaki Eduardo bisa diamputasi.

"Sederhana saja, Anda bisa kehilangan kaki. Ketika (tulang) kaki sudah berpindah seperti itu, pembuluh darah bisa rusak parah dan itu amat sangat serius. Untuk menyelamatkannya, (tulang) kaki butuh langsung direlokasi lagi, atau sesegera mungkin, dan operasi darurat sangatlah diperlukan," tegas Allardyce kepada BBC Radio Five Live, seperti dilansir Soccernet Selasa, (26/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Allardyce juga menambahkan kalau Eduardo menghadapi masa-masa panjang untuk kembali pulih seratus persen. "Bayangkan cedera terkilir terparah pada pergelangan kaki dan jadikan itu sepuluh kali lipat lebih parah, dan itulah yang mendekati cedera Eduardo. Dia bisa absen beberapa bulan. Untuk orang normal biasanya memakan waktu sekitar enam bulan. Dengan tingkat kebugaran yang harus dicapainya, bisa sampai sembilan bulan."

Dia bahkan khawatir kalau pemain internasional Kroasia tersebut bisa saja tak mampu kembali lagi beraksi di lapangan hijau.

"Secara potensial, tulang akan pulih namun di area itu ada kerusakan lainnya seperti kerusakan ligamen, kerusakan tendon, kerusakan jaringan halus, kerusakan sendi. Dia akan menghadapi kerja keras untuk mencapai tingkat mobilitas dan tenaga pada pergelangan kakinya demi bisa kembali mencapai standar permainan sepakbola internasional. Saya tak yakin apakah dia bisa melakukannya," komentar Allardyce.

Pun jika nantinya secara fisik Eduardo ternyata mampu pulih total, imbuh Allardyce, tak lantas demikian dengan kondisi mentalnya. "Sekali Anda dibebat cedera serius, Anda cenderung selalu sadar tentang itu, sebelum bisa kembali kepada tingkat tenaga dan kepercayaan diri yang maksimal. Itu akan jadi efek psikologis yang besar, pastinya untuk tahun depan, mungkin beberapa bulan setelahnya," pungkas dia.

(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads