Ribut-ribut yang melibatkan Ten Cate dengan Terry terjadi hanya sehari sebelum partai final Piala Liga melawan Tottenham Hotspur, Minggu (24/2/2008). Seperti diketahui, Chelsea takluk 1-2 dari Spurs.
Fakta bahwa Ten Cate suka ribut dengan pemain-pemainnya diungkapkan oleh Jeffrey Van As yang pernah menjadi anak asuh Ten Cate di klub Belanda, NAC Breda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Filosofinya sederhana: bekerja dengan cara saya atau pergi. Itulah yang ia lakukan di Breda, Barcelona, Ajax dan kini di Chelsea," lanjut Van As yang membela NAC dari tahun 1996-2002 itu lagi.
Van As mengungkapkan, aksi Ten Cate akan semakin menjadi bila ia menghadapi pemain yang lebih terkenal.
"Pemain seperti Terry, (Frank) Lampard, (Didier) Drogba atau (Michael) Ballack punya reputasi besar dan sudah memenangkan gelar dan memiliki pendapat sendiri tentang permainan," kata Van As yang kini sudah pensiun bermain.
"Tapi intinya Ten Cate tidak peduli kepada reputasi siapapun. Baginya, makin besar seorang pemain, makin besar kewajibannya untuk menurut."
Sebelumnya, Ten Cate menyebut makiannya kepada Terry adalah hal yang wajar di Inggris. Dengan fakta yang diungkapkan oleh Van As ini, mungkin yang sebenarnya adalah bahwa makian merupakan hal wajar bagi Ten Cate. Nah!
(arp/arp)











































