Usai mengirim si kulit bundar ke dalam gawang Portsmouth, Cahill melakukan selebrasi dengan berpura-pura seperti sedang diborgol. Itu didedikasikan buat abangnya, Sean, yang dipenjara usai membuat seorang pria nyaris buta.
Gelandang Australia tersebut mungkin hanya berniat menunjukkan rasa sayangnya kepada sang kakak kandung. Namun untuk alasan apapun, selebrasi itu tetap tidak pantas di mata seorang perwira detektif polisi senior, Will Hope.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai seorang bintang olahraga di mata publik, tampil di arena yang yang dilihat oleh jutaan orang, saya melihat tindakan Tim Cahill nyata-nyata tak bertanggung jawab," lanjut Hope.
Kepolisian Metropolitan juga menggugat selebrasi Cahill. "Dengan merayakan golnya seperti itu, sepertinya dia mendukung tindakan saudaranya. Pesan macam apa yang ingin disampaikan kepada generasi muda?"
Organisasi Crimestoppers juga mengutuk tindakan Cahill tersebut melalui seorang juru bicaranya. "Dalam posisinya, siapapun yang punya basis fans di telapak tangan mereka seharusnya bersikap layak. Banyak fans belia yang melihat, jadi kelakuan atlet profesional pria dan wanita sangatlah penting. Mereka seharusnya tak mengglamorkan kejahatan dengan cara apapun."
Bahkan kritikan juga datang dari kubu pengamat sepakbola. "Anda mencetak gol, dan selebrasi memang harus dilakukan. Namun itu seharusnya tetap dijaga dalam tingkat yang wajar, masuk akal dan cerdas," kritik Jimmy Greaves.
Meski banyak dicibir, Everton yang menaungi Cahill tetap membela pemainnya itu. "Selebrasi gol adalah urusan personal dan terserah kepada pemain untuk memutuskan," ujar juru bicara Everton Ian Ross kepada BBC.
Β (krs/arp)











































