Konfirmasi DIC melakukan penawaran untuk membeli Liverpool datang langsung dari Jehad Saleh, jurubicara konsorsium asal Dubai tersebut. Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, mereka mengajukan penawaran sebesar 400 juta poundsterling atau sekitar Rp 7,2 triliun.
"Belum ada kabar resmi (soal hasil pembicaraan), dan pembicaraan masih terus berlangsung. Tak ada batas waktu yang diberikan (pada Hicks-Gillett) untuk mengambil keputusan," ungkap Saleh yang sekaligus membantah kabar kalau pihaknya memberi deadline hingga pukul 00.00 waktu setempat, demikian diberitakan Yahoosport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar duet pengusaha Amerika Serikat itu bakal menjual Liverpool sudah berhebus sejak beberapa bulan lalu. Apalagi keduanya juga kerap mendapat protes dari fans Liverpool yang mengkritik cara mereka menjalankan klub, terlebih setelah mencuatnya kasus Juergen Klinsmann, Liverpudlian bahkan ada yang mendukung rencana pembelian DIC.
Adalah Hicks yang sudah terang-terangan membantah kabar tersebut. Pekan lalu dia malah menyatakan siap menguasai Liverpool sepenuhnya jika Gillet memutuskan melepas kepemilikannya.
Januari lalu Hicks-Gillett berhutang sebesar 350 juta poundsterling untuk menyokong keuangan klub. Faktor ini jugalah yang kemudian menyulut isu Liverpool bakal kembali berpindah tangan: jika menerima tawaran DIC, Hicks-Gillett akan mendapat keuntungan instan dengan masing-masing mengantongi 25 juta poundsterling (sekitar Rp 451,3 miliar). (din/a2s)











































