Queiroz bergabung dengan MU pada Juni 2002 sebagai asisten bagi sang manajer, Sir Alex Ferguson. Pria Portugal ini sempat cabut dari Old Trafford untuk menjadi pelatih kepala Madrid pada tahun 2003.
Hanya setahun menduduki posisi entrenador Madrid, Queiroz pulang ke "rumah". Ia kembali menempati posnya sebagai sekondan Fergie dalam membesut MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di hari pertama di Carrington (markas latihan MU), Alex mengenalkan saya kepada kumpulan pemain dan bilang kepada saya untuk segera mulai bekerja," ucap Queiroz kepada Le Monde dan dikutip Goal, Rabu (5/3/2008).
"Setelah momen itu, dia tidak pernah mencampuri pekerjaan saya. Saat situasi memburuk, Alex tidak pernah mengecewakan saya," lanjut lelaki kelahiran 55 tahun lalu itu lagi.
Lalu, bagaimana dengan kondisi di Madrid?
"Perbedaan besar dengan MU adalah bahwa di Madrid, Direktur klub dan pers ingin mengontrol klub. Para pemimpin klub merasa diri mereka paham sepakbola," jelas pelatih yang juga pernah membesut timnas Portugal tersebut.
"Di MU, yang menjadi bos adalah anggota staf pelatih. Saat kami kalah dari Manchester City di kandang, kami sudah bisa bekerja dan berpikir lagi beberapa hari kemudian. Itu akan mustahil dilakukan di Madrid" pungkas Queiroz.
(arp/key)











































