Calon pembeli itu adalah Dubai International Capitals, sebuah BUMN milik Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). DIC gencar diberitakan ingin menguasai 50% saham Liverpool yang saat ini dimiliki oleh George Gillet, rekanan Hicks.
Penolakan dilakukan Hicks karena DIC kabarnya ingin secara total mengambil alih manajemen Liverpool dan tidak lagi melibatkan Hicks dan Gillet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DIC sendiri tidak langsung memberi komentar balik. Namun sebuah sumber di dalam DIC menyebut bahwa DIC melihat bahwa kewenangan Hicks yang bisa memveto penjualan saham Gillet adalah kelemahan deal ini.
"Berdasar 13 tahun pengalaman saya di dunia olahraga dan berdasar situasi di Liverpool FC setahun terakhir, jelas bagi saya bahwa komite (yang diinginkan DIC) bukanlah yang terbaik untuk kepentingan klub dan para suporter setianya," lanjut pria Amerika itu.
"Karenanya, saya memutuskan memakai hak saya di bawah kesepakan Kop Football Holdings Ltd untuk memveto penjualan dalam porsi berapapun saham Kop dan Liverpool kepada DIC," tandas Hicks. Kop Football adalah nama perusahaan induk Liverpool yang dimiliki Hicks dan Gillet.
"Saya dan kolega saya serta perwakilannya akan terus mencari opsi-opsi lain dengan tetap menghormati kepemilikan Kop dan klub dan tetap bertujuan mencari bentuk kepemilikan, keuangan dan struktur organisasi yan sesuai untuk Kop dan klub untuk masa yang panjang," tuntas Hicks
(arp/key)











































