Scholes Motornya MU

Scholes Motornya MU

- Sepakbola
Sabtu, 15 Mar 2008 19:26 WIB
Scholes Motornya MU
Manchester - Sosok Paul Scholes rupanya sudah begitu memukau Carlos Tevez. Kualitasnya sebagai seorang pemain sepakbola bahkan dinilai masih di atas duo bintang Manchester United, Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo.

Pada usianya yang ke-33, performa Scholes mungkin tak lagi seprima dulu. Pun demikian dengan jumlah pertandingan yang dimainkannya buat "Setan Merah", yang sudah pasti tak sebanyak dulu lagi.

Namun demikian, usia dan jumlah laga tak lantas jadi penghalang buatnya untuk memberikan yang terbaik buat klub. Pemain yang akrab disapa Scholesy itu pun masih bisa memukau di lapangan sekaligus menuai pujian yuniornya, yang adalah pendatang baru di Old Trafford.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika kamu melihat (permainan) Scholes dari hari ke hari, dia sangat mengagumkan.
Scholes adalah motor dari Manchester selama ini," ungkap Tevez kepada The Sun, Sabtu (15/3/2008).

Kekaguman pemain Argentina yang usianya terpaut lebih muda sembilan tahun dari Scholes tersebut tak hanya berhenti sampai di situ. Tevez juga menilai bahwa pria yang sudah membela MU selama hampir 15 tahun tersebut sangat spesial, bahkan ketika harus dibandingkan dengan dua pemain hebat MU lain yang masih lebih muda.

"Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney adalah pemain fantastis tapi jika kamu bertanya siapa pemain yang sangat mengejutkan saya, dia adalah Scholesy," tambah dia.

Di mata Tevez, Scholes tampaknya memang benar-benar sudah menjelma menjadi sosok yang layak diberi acungan jempol. Bukan tak mungkin dia akan menjadi kunci MU dalam meraih dua gelar yang tersisa musim ini, Liga Champions dan Premiership.

"Dia adalah kesatuan penting untuk manajer dan kami sendiri --itu sangat nyata-- dan sebagai personal dia juga pemain yang memiliki kualitas mengagumkan. Dia adalah seseorang yang lebih suka bermain cantik ketimbang memacu kecepatan," pungkas Tevez.

Khusus untuk Liga Champions, Scholes niscaya memang punya motivasi ekstra. Ketika skuad MU jadi jawara tahun 1999, dia --bersama Roy Keane-- tak bisa tampil karena akumulasi kartu. Padahal kedua pemain itu berperan penting dalam membawa pasukan Sir Alex Ferguson tersebut ke partai puncak.

(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads