Tak bisa diingkari kalau Torres sudah tak tergantikan di lini depan Liverpool. Pun demikian dengan sosok sang skipper, Gerrard. Bersama-sama, musim ini keduanya menjadi starter terbanyak nomor dua dan tiga buat timnya di bawah Jamie Carragher.
Signifikansi keduanya juga terlihat dalam aspek produktivitas. Dari total 56 gol yang dibuat Liverpool di Premiership musim ini, lebih setengahnya dihasilkan oleh kedua pemain tersebut. Kalau Torres mencetak 21 gol, Gerrard mengemas sepuluh gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang laga Arsenal kontra Liverpol di Liga Champions, Kamis (3/4/2008) dinihari WIB, Arsene Wenger menilai kalau Torres bakal jadi ancaman besar buat timnya. Prediksi itu sedikit meleset karena yang menonjol dalam laga itu adalah Gerrard yang kemudian jadi Man of The Match setelah mengkreasikan gol tunggal buat Anfield Gang, yang membawa kedudukan jadi 1-1.
"Kalau Anda punya pemain-pemain hebat, merekalah yang membuat perubahan. Terkadang itu Torres, kali ini adalah Gerrard," lugas Benitez kepada situs resmi timnya.
Wenger dengan sportif turut memuji, "Ya, kami kecolongan dari serangan balik di lini pertahanan yang diciptakan Steven Gerrard. Dia menunjukkan kelasnya dalam (proses) gol itu."
Torres boleh diwaspadai dan Gerrard lantas bisa jadi penampil terbaik. Tapi akhirnya adalah Dirk Kuyt yang tercatat menceploskan bola dan membuat gol penyama kedudukan bagi Liverpool dalam laga itu. Gol ini sepertinya di luar perkiraan Wenger karena menilai pemain Belanda tersebut berposisi agak bertahan dalam formasi bertahan yang ditampilkan "The Reds".
"Sulit karena Liverpool bertahan dengan baik. Saya pikir Kuyt bermain sebagai bek-kanan kedua di babak dua, dan pada sisi (lapangan) lainnya mereka juga bermain agak ke dalam," jelas The Professor kepada situs resmi timnya.
Kegagalan meraih kemenangan dalam "episode pertama" tersebut jelas bakal jadi pelajaran buat Wenger dalam pertemuan kedua Arsenal-Liverpool, kali ini di Premiership. Apapun formasi atau posisi pemain lawan --apalagi kalau sang lawan adalah satu dari big-four Premiership-- peluang gol tetap ada, sehingga "Young Gunners" sama sekali tak boleh lengah.
Sudah sekali menelan kekecewaan beberapa hari lalu, Wenger tentunya tak mau kembali merasakan hal serupa di Emirates akhir pekan ini. Apalagi taruhannya adalah poin penting menuju tahta juara Liga Primer.
(krs/key)











































