Liga Inggris Menuju 11 Mei

Liga Inggris Menuju 11 Mei

- Sepakbola
Senin, 07 Apr 2008 08:54 WIB
Liga Inggris Menuju 11 Mei
Jakarta - Agenda pertandingan terakhir Premier League musim ini adalah 11 Mei. Mungkin bursa taruhan akan ditutup di hari itu karena dinamika persaingan di antara tiga tim favorit juara rupanya masih tinggi.

Dinamika itu terjadi terutama setelah Manchester United ditahan seri 2-2 oleh Middlesbrough tadi malam, Minggu (6/4/2008). Itu saja membuktikan teori klasik di Liga Inggris bahwa tim-tim besar tak pernah punya jaminan selalu bisa (dengan mudah) menundukkan tim-tim medioker/gurem.

Teori lainnya adalah secara matematis Chelsea dan Arsenal tetap memiliki peluang untuk menyalip sang juara bertahan. Peluang itu bahkan lebih besar ketimbang minggu lalu saat MU meninggalkan The Blues lima angka dan The Gunners enam poin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan sisa lima pertandingan, jelas bahwa apapun masih bisa terjadi. Kehilangan poin akan menjadi hal yang diharamkan, sementara memperbanyak berdoa untuk ketergelinciran sesama rival adalah hal lain yang amat dianjurkan.

The Big Three ini dalam tekanannya masing-masing, apalagi mereka masih harus membagi konsentrasinya di Liga Champions, di mana pekan ini nasib mereka ditentukan: lolos atau tidak ke babak semifinal.

Menurut manajer Chelsea Avram Grant, MU adalah tim yang paling tertekan karena mereka dalam posisi dikejar. "Kalau Anda bertanya pada Alex dan para pemainnya, kami telah menempatkan mereka semua di bawah tekanan dalam tiga bulan terakhir karena kami memenangi hampir setiap pertandingan," ujarnya.

"Saya pikir kami telah menang hampir 80 persen dari semua pertandingan, yang mana itu adalah rekor para juara," sambung pria asal Israel itu, yang di awal-awal sempat diragukan bisa mempertahankan Chelsea sebagai kompetitor di tingkat tinggi.

Dari statistik, MU justru tim yang paling sering kalah dibanding dua rivalnya itu, yakni empat kali. Tapi mereka pun paling banyak menang (24). Sedangkan Arsenal, walaupun sepanjang musim baru kalah dua kali, tapi mereka kerap mencatat hasil seri (11), termasuk lima kali dari tujuh laga terakhirnya.

Adapun Chelsea, yang baru kalah tiga kali, tampil konsisten. Di tangan Grant John Terry dkk hanya kalah dua kali di liga dan kekalahan terakhir mereka pun terjadi sudah lama, yakni pada Desember lalu, saat ditundukkan Arsenal 0-1 di Emirates Stadium.

Bagusnya, ketiga tim masih memiliki agenda pertarungan krusial menghadapi rivalnya, sehingga kompetisi bakal semakin menarik dan berpotensi menciptakan atmosfer ketegangan super tinggi. Minggu depan adalah 'final' bagi Arsenal karena jika kalah dari MU di Old Trafford, maka peluang mereka akan semakin tipis. Sebaliknya, MU tidak lantas terkubur peluangnya jika kalah, karena paling-paling nilainya disamakan oleh Chelsea, yang di pekan ke-34 bakal berjumpa Wigan.

Final lainnya adalah duel 'Si Biru' versus 'Si Setan Merah' di Stamford Bridge pada 26 April. Jika masih belum ada pemenang juaranya -- kemungkinan besar demikian -- maka final yang sebenarnya final akan terjadi di hari terakhir kompetisi, 11 Mei, ketika MU melawat ke kandang Wigan, Arsenal bertamu ke Sunderland, dan Chelsea didatangi Bolton.

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads