Pienaar memberi ultimatum kepada Everton untuk mempermanenkan kontraknya karena masa peminjamannya dari Borussia Dortmund akan berakhir pada 30 April mendatang. Jika tidak, ia "takut" akan dijual ke klub Inggris yang lain, yang itu berarti rival Everton.
Bintang Afrika Selatan itu mengaku senang bermain di tempatnya saat ini dan berharap manajer David Moyes segera mengambil opsi pembelian dirinya dari Dortmund, yang masih memegang hak kepemilikan dirinya hingga Juni 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti pernah saya katakan, saya menikmati waktuku di sini. Tapi waktu terus bergulir karena dalam kontrakku dengan Dortmund, yang valid sampai 30 April, transfer fee maksimum buatku adalah tiga juta euro."
Jika sampai tenggat waktu itu Everton tidak mengajukan penawaran, Dortmund akan membuka pintu buat klub-klub lain yang ingin membeli Pienaar dengan harga yang tergolong murah itu. Belakangan ia disebut-sebut diminati Newcastle United, Arsenal, dan Valencia.
"Saya hanya bisa menunggu beberapa hari lagi supaya Everton bisa mencapai kesepakatan dengan Dortmund," sambung pemain berusia 26 tahun itu.
Diasah Ajax Amsterdam selama lima musim sejak berusia 19 tahun, Pienaar meninggalkan klub raksasa Belanda itu saat dibeli Dortmund pada Januari 2006. Ia semula diplot mengisi posisi yang ditinggalkan Tomas Rosicky yang telah pindah ke Arsenal. Nomor punggung 10 milik bintang Republik Ceko itu pun diwariskan kepadanya.
Sayang, karirnya di klub Jerman itu mandeg. Konon para pemain Dortmund kurang suka dengan karakter permainan Pienaar, sehingga pada Juli 2007 ia dipinjamkan ke Everton.
Dengan cepat Pienaar beradaptasi dengan lingkungannya dan berhasil memperoleh tempat reguler. Oleh jurnalis setempat ia, Mikel Arteta dan Leon Osman, dijuluki "Midget Gems" atau "Mutiara Cebol", mengacu pada tubuh mereka yang tergolong 'mungil' tapi sebagai gelandang mereka kreatif.
(a2s/krs)











































