Sebelumnya, Hicks meminta Parry turun dari jabatan karena tidak senang melihat hasil komersial yang didulang Liverpool. Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut juga mengklaim kalau Rafael Benitez acap urung menggaet pemain-pemain hebat dunia karena kurang bisa berkomunikasi dengan Parry.
Permintaan turun tersebut dituangkan Hicks ke dalam sebuah surat, yang mana substansi isinya kemudian malah menyebar ke khalayak ramai. Parry yang sudah sepuluh tahun berada di Liverpool pun meradang dan bersikeras tak mau mundur dari jabatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengemukanya kasus ini, sorotan terhadap prestasi Liverpool di Liga Champions harus berbagi porsi dengan masalah internal Anfield. Apalagi sebelumnya hubungan Hicks dengan rekannya sesama pemilik Liverpool George Gillet, juga sudah dikabarkan tak harmonis lagi.
"Pekan ini seharusnya bukan saya yang jadi cerita, seharusnya tim. (Kabar) Ini menyerang manajer, pemain dan fans, karena di pekan ketika kami mencatatkan kesuksesan di Eropa, malah ada 'kain kotor lain' yang harus dibersihkan. Tak ada individu, pastinya bukan saya, yang lebih besar dari klub. Memang klub ini akan baik-baik saja, tapi sekali lagi terlihat kurangnya kesatuan di atas."
"Saya hanya harus melanjutkan pekerjaan, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," pungkas Parry.
(krs/roz)











































