Awal musim ini publik sepakbola Indonesia, khususnya Liga Inggris, dibuat kecewa setelah siaran langsung Liga Inggris yang sebelumnya bisa dinikamti secara gratis hijrah ke televisi berbayar. Meski banyak yang protes dan mengundang perdebatan, kenyataannya publik tak bisa berbuat apa-apa karena hak siar memang dimiliki perusahaan yang berasal dari Malaysia itu.
Karena kondisi tersebut tak sedikit gila bola Indonesia yang kemudian beralih ke Astro. Sayangnya saat roda kompetisi makin medekati akhir dan persaingan yang kian sengit antara Manchester United, Chelsea dan Arsenal, kekecewaan lain harus dikecap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di situs resminya, Astro menyebut kalau penghentian siaran hanya akan berlangsung beberapa jam. Namun hingga pukul 22.30 WIB malam ini atau lebih dari 36 jam setelah "mati", yang terpampang saat mengakses channel Astro hanya tulisan "sorry, service curently not avaliable".
Sayangnya hingga kini belum diketahui secara pasti kapan Astro akan kembali mengudara. Padahal seperti diungkapkan Direktur Komunikasi PT Direct Vision, Halim Mahfudz, Sabtu (12/4/2008), segala kewajiban membayar pada Depkominfo sudah dilakukan.
"Kami sudah penuhi semua permintaan Depkominfo terakhir pada Jumat (11/4/2008) pukul 23.00," terang Halim pada detikcom.
Namun pihak Depkominfo melalui Direktur Jenderal Pos dan Komunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, menyatakan pemberian izin Astro untuk kembali siaran tak cuma sekedar memenuhi kewajiban pembayaran. Soal kapan izin tersebut keluar, dia juga tak bisa memberi kepastian.
"Nggak hanya (pembayaran), itu ada uji layak operasi, yaitu dengan keluarnya sertifikat. Ada clearance, cek dokumen, apa benar. Setelah clearance baru keluar sertifikat ULO (Uji aik Operasi)," ungkap Basuki saat dihubungi detikcom.
"Ya kita harus berusaha melayani dengan cepat. Harus hati-hati, tapi gak bisa sekarang kan libur," lanjut dia.
Kalau kondisinya seperti ini, laga Manchester United kontra Arsenal yang akan berlangsung Minggu (13/4/2008) besok sangat mungkin tak bisa dinikmati gibol tanah air.
(din/arp)











































