Seusai memenangi Community Shield, MU mengawali musim 2007/2008 dengan mengecewakan. Ditahan imbang Reading dan Portsmouth, serta ditekuk rekan sekota, Manchester City, membuat pasukan Sir Alex Ferguson terbenam di peringkat 16. Hasil-hasil tim lain bahkan membuat MU sempat anjlok lagi ke posisi 19!
Namun bukan Ferguson bila tidak mampu membangkitkan tim asuhannya. Konsistensi permainan 'Setan Merah' perlahan terbentuk. MU pun sudah sempat beberapa kali merasakan posisi teratas, meski hanya dalam waktu sekitar 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsenal dan MU beberapa kali salip menyalip pada periode Februari-Maret. Namun ada satu tonggak yang membuat The Red Devils berada di atas The Gunners dari segi mental, yakni kemenangan telak 4-0 di Piala FA.
Peralihan 'kekuasaan' Premier League secara permanen akhirnya terjadi pada 16 Maret. Arsenal belakangan bahkan juga digusur dari kursi runner-up oleh Chelsea. Namun mesin MU yang sudah panas terus berlari kencang meninggalkan keduanya.
MU memang belum sah menjadi juara Liga Inggris musim ini meski mereka unggul lima angka atas Chelsea dengan empat laga tersisa. Tapi boleh dibilang, dibutuhkan keajaiban besar untuk menggagalkan MU dari titel ke-17nya.
Lantas, apa kunci dari keberhasilan yang digapai MU saat ini? Ferguson sendiri menyebut bahwa hasil bagus yang dipetik saat menghadapi tim-tim besar adalah raihan yang berarti sangat besar bagi timnya.
"Bersyukur sekali kami tampil bagus dan memperoleh hasil memuaskan melawan rival-rival utama kami. Terutama karena kami kehilangan poin di tempat lain," ungkap Fergie seperti dilansir Daily Star.
Fergie benar. Menghadapi Arsenal, MU sekali menang dan satu kali seri. Sementara, dua partai melawan Liverpool diakhiri dengan dua kemenangan. Satu partai kontra Chelsea juga dimenangi Ryan Giggs dkk.
Dari segi teknis, MU juga sangat seimbang. Mereka menjadi tim paling produktif sekaligus juga yang paling sedikit kebobolan; memasukkan 72 gol dan hanya kebobolan 18.
Di lini penyerang, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan Carlos Tevez tampil bergantian menjadi bintang. Mereka juga disokong oleh gelandang-gelandang yang ofensif dan tak jarang membantu mencetak gol-gol penting. Sementara di pertahanan, duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic juga menjadi benteng tangguh pelindung kiper Edwin van der Sar.
Bila ada yang harus menjadi catatan bagi Fergie selaku peracik strategi adalah kerap tertahannya MU di tangan tim yang sekelas di bawah. Contohnya, 'Setan Merah' dua kali kalah dari Manchester City.
"Liga Premier sekarang lebih berat. Kami kehilangan enam angka dari City, sesuatu yang tidak kami duga sama sekali," tutur Fergie. "Kami juga kalah dari West Ham dan Bolton."
"Tapi kuncinya adalah menjaga akibat dari kekalahan itu seminimal mungkin. Kami sudah bisa melakukannya dan bila kami bisa memenangi dua pertandingan mendatang, maka kami akan jadi juara."
(arp/din)











































