"Di klub ini mereka memanggilku The Perfect One,” ungkap manajer Tottenham Hotspur itu seperti dikutip Guardian.
"Adalah pers yang menyebutku 'The Ruthless One' ('si Kejam'—Red) ketika saya mengganti beberapa pemain yang sebelumnya tidak tersentuh. Tapi ini tak lebih dari sekadar nama lucu-lucuan," sambung figur asal Spanyol itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan julukan "The Ruthless One" ditempelkan buat dia karena karakternya yang keras dan tegas. Ramos tidak memandang kebintangan seorang pemain. Ia dikenal berani dalam hal pergantian pemain, dan tidak takut jika ada pemain yang mengancam hengkang.
Mantan pelatih Sevilla itu juga mengubah pola latihan buat Spurs dan menerapkan program diet ketat bagi pemain-pemainnya. Dia bertekad melakukan apa saja demi menumbuhkembangkan mental juara pada klub London utara ini.
"Kami melakukan apa yang tidak dilakukan tim ini sebelum kedatangan kami," tukas Ramos kepada harian El Mundo.
"Jika mereka biasa berlatih di satu lapangan dan pergi lewat pintu tertentu, maka kami mengubahnya ke lapangan lain dan mengirim mereka pulang lewat pintu yang berbeda. Kami mengubah jadwal kerja, diet, dan semuanya. Kami ingin mereka melupakan hal-hal yang terjadi sebelumnya, seperti itu tak pernah terjadi. Jika Anda ingin mengubah sesuatu, Anda harus mengubah rutinitas," ungkap Ramos tentang filosofinya sebagai seorang manajer.
Tingkat kesempurnaan Ramos pastinya akan lebih tinggi jika ia tak hanya mempersembahkan Piala Carling. Apalagi Spurs masih berada di tengah papan klasemen, walaupun di musim ini mampu bertahan hingga perdelapan final.
Meski demikian sosok Ramos diakui telah membawakan potensi cerah di masa mendatang. Bek Alan Hutton, misalnya, amat yakin Spurs bisa menaikkan level prestasi dan reputasinya.
"Saya tidak melihat alasan kenapa kami, dengan pemain-pemain bagus yang ada di sini, tak bisa mengencangkan laju kami menuju posisi empat besar. Manajer akan menguatkan skuad ini dan Anda bisa melihat kami mampu bermain dengan baik dan merupakan tim yang bagus. Mudah-mudahan kami bisa makin jadi penantang di masa depan," ujarnya.
Bisa, The Perfect One? (a2s/arp)











































