Gelombang Eksodus dari Emirates Stadium?

Gelombang Eksodus dari Emirates Stadium?

- Sepakbola
Selasa, 15 Apr 2008 18:33 WIB
Gelombang Eksodus dari Emirates Stadium?
London - Tak memenangi satu gelarpun membuat Arsenal dihadapkan pada masalah lain. Setelah Cecs Fabregas mengancam pergi, kini pemain lain berpeluang angkat kaki.

Kekalahan atas Manchester United akhir pekan lalu memupus harapan Arsenal untuk menjuarai Liga Inggris musim ini. Setelah sebelumnya juga terlempar dari Liga Champions, The Gunners dipaksa minus tropi musim ini yang sekaligus memperpanjang puasa gelar menjadi tiga musim.

Malang buat buat Arsene Wenger karena masalah mereka tak berhenti sampai di situ. Setelah pekan lalu Fabregas mengancam pergi jika Arsenal tak mendapat satu gelarpun musim ini, sekarang dua anggota skuad mereka berpeluang hengkang dengan alasan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama yang pertama adalah Alexander Hleb, peluang gelandang berpaspor Belarusia hengkang terhitung besar karena banyak klub raksasa Eropa menyatakan ketertarikan padanya. Setelah tak meraih gelar bergengsi sejak kedatangannya tahun 2005, Hleb rasanya tak perlu berpikir panjang jika ada tawaran yang masuk.

"Saya sering didekati terkait dengan Hleb. Tak ada yang harus disembunyikan, Alexander adalah pemain berkela dunia. Real Madrid, Juventus dan Barcelona tertarik padanya. Tapi belum ada penawaran resmi," ungkap agen Hleb, Nikolai Shpilevski, di Eurosport.

Mathieu Flamini adalah pemain lain yang santer dikabarkan bakal menanggalkan seragam Arsenal. Gelandang yang satu ini memang sudah lama diterpa isu pindah dengan Juventus yang disebut-sebut sebagai kandidat klub barunya.

Klub terakhir yang menyatakan ketertarikan pada gelandang Prancis itu adalah Bayern Munich. Selain memang punya skill hebat, Flamini juga bisa didapat dengan cuma-cuma musim panas ini karena kontraknya akan habis.

"Kami ingin pemain bintang baru untuk posisi gelandang. Kini kami tengah dalam mendapatkan individu dengan kualitas tinggi. Kami tak harus mengeluarkan uang dalam uang banyak," ungkap Direktur Pelaksana Munich, Uli Hoeness, memberi indikasi. (din/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads