Kekalahan "Setan Merah" tak lepas dari keputusan wasit yang menunjuk titik putih di menit 85 usai Michael Carrick dinilai menyentuh bola di kotak terlarang. Buat Fergie, itu sama sekali bukanlah sebuah penalti. Kalaupun bola tak tersentuh Carrick, pemain MU lain sudah pasti membuang "si kulit bundar" sehingga praktis tak membahayakan gawang Edwin Van der Sar.
"Itu keputusan besar yang merugikan kami. Memberikan penalti dalam pertandingan penting seperti itu, karena hakim garis bilang begitu, sangat jahat. Walau bola mengenai tangannya (Carrick), tapi dia tak bisa menghindar. Dia tak mengangkat tangannya melebihi pundak atau melebihi kepala, dan bola mengarah ke Rio Ferdinand. Wasit harusnya melihat itu," sesal Fergie kepada MUTV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada dinyatakan oleh Queiroz menyoal penalti yang dinilainya layak didapat Ronaldo. "Bagaimana wasit tak melihat Ballack sudah melompat ke arah Ronaldo? Sepertinya seorang pemain perlu membawa pistol dan menembak salah satu pemain kami di kotak penalti agar kami bisa dapat penalti," ketus dia seperti dilansir Goal.
Pria asal Portugal juga melemparkan klaim bahwa MU belakangan ini sudah beberapa kali dirugikan oleh keputusan wasit. "Kami tak ada di final Piala FA karena keputusan buruk ketika kami seharusnya dapat penalti melawan Portsmouth. Melawan Barcelona di Liga Champions Rabu lalu, seharusnya ada tiga penalti, yang mana tak diberikan."
"Sesuatu keliru dengan sepakbola," getir Queiroz.
Fergie menandaskan kalau keputusan dari wasit bisa berakibat buruk buat peluang timnya meraih juara musim ini. "Kalau titel ditentukan oleh keputusan (semacam ini), maka kami dalam masalah."
Foto: Pemain MU Anderson (kanan) sedang bertarung dengan Kapten Chelsea John Terry (AFP/Adrian Dennis).
(krs/a2s)










































