Seperti dikabarkan sebelumnya, usai pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge, Sabtu (26/4/2008), adu mulut yang berlanjut pada keributan kecil sempat terjadi antara pemain MU yang sedang melakukan pendinginan, dengan staf pengurus lapangan Chelsea.
Evra adalah salah satu pihak yang jadi salah satu sosok sentral dalam insiden tersebut. Bek kiri MU itu ternyata juga sempat menerima pukulan setidaknya satu kali dari "lawan". Didapati memar dan luka sobekan tipis di atas matanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Patrice menerima hinaan serius dari anggota staf Chelsea. Dia meminta penjelasan dan dari saat itulah orang-orang ini hanya ingin menyerang Patrice," ungkap Carlos Tevez seperti dilansir Goal, Senin (28/4/2008).
Bintang asal Argentina itu turut membeberkan kalau para pemain MU kemudian mencoba membela Evra, namun dalam hitungan detik mereka semua dikerubungi oleh para steward.
"Saya pikir tayangan kamera keamanan akan menunjukkan provokasi yang kami terima. Saya tak pernah melihat hal seperti ini dalam karir saya. Kalau FA membuka penyelidikan, kami akan bekerjasama dan senang hati memberikan versi cerita kami," tegas dia.
Pemain MU lainnya, Gerard Pique, juga mengamini kalau staf pengurus lapangan Chelsea sudah melakukan provokasi. Tindakan mereka juga disebutnya sangat agresif terhadap Evra.
"Yang kami lakukan hanyalah menuntaskan work-out kami usai pertandingan. Sekarang pun saya tak mengerti reaksi dari orang-orang itu. Saya sudah melihat foto dan, kalau gambar-gambar itu disimpan di kamera CCTV, maka mustahil mereka bilang kalau para pemain (MU) tak diprovokasi," lugas bek asal Spanyol itu.
Pihak FA saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut. Kubu MU juga sudah meminta salinan tayangan CCTV dari Stamford Bridge demi mempelajari gambar tersebut sebelum mengajukan keluhan secara formal.
(krs/roz)











































