Spekulasi tentang masa depan Eriksson bermula saat pemilik City, Thaksin Shinawatra, beberapa pekan lalu menyatakan ketidakpuasannya melihat performa City dan menginginkan adanya perubahan.
Di awal musim, Eriksson sempat membuat Thaksin dan seisi pendukung The Citizen sumringah dengan penampilan impresif. Namun performa apik itu gagal dipertahankan di penghujung musim. Saat Liga Inggris tinggal tersisa dua pekan lagi, City masih terpuruk di posisi sembilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Dr. Shinawatra memberikan pesan dukungan, saya pikir kami akan bisa mendengarnya," lanjut Still kemudian.
Eriksson adalah sosok manajer yang populer di mata fans. Beberapa catatan penting ia torehkan musim ini; termasuk dua kali mengalahkan rival sekotanya, Manchester United. Akhir pekan kemarin, pria Swedia itu mengaku bertemu Thaksin, namun menolak memberi tahu agendanya.
"Ketua dan saya telah berbicara tapi saya tidak ingin memberi komentar lebih jauh," tangkis Eriksson kepada situs resmi City.
"Pertandingan melawan Liverpool pada hari Minggu adalah yang terpenting dan kami bekerja sangat keras untuk mempersiapkan lawatan itu dan juga pertandingan terakhir menghadapi Middlesbrough," imbuh Eriksson sedikit beralasan.
Kembali Still memberi sinyal bahwa diskusi kliennya dengan Thaksin tidak berjalan terlalu baik. "(Diskusi) itu tidak berlangsung baik. Jelas bahwa diskusi itu bukan yang terbaik antara dirinya dengan Dr Shinawatra."
(arp/din)











































