Pacuan dua kuda bernama Manchester United dan Chelsea di Premiership musim ini memang sangat ketat. Hingga pekan 37, posisi keduanya hanya terpisahkan oleh selisih gol.
Ferguson, manajer MU, menyaksikan bagaimana keunggulan tiga angka klubnya lenyap hanya dalam waktu 48 jam. Fergie --sapaan Ferguson-- ada di tribun Stadion St James' Park dan melihat Chelsea mengatasi Newcastle United 2-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keadaan di Liga seperti pembunuhan bagi manajer seperti saya dan Avram Grant. Situasi seperti itu juga membuat tegang urat syaraf para pemain dan para pendukung," ungkap Fergie seperti dikutip Goal.
Meski tegang, Fergie tetap mengakui bahwa ia menikmati persaingan ini. "Jika kita bisa melepaskan diri dari keadaan ini sebentar saja, kita harus mengakui bahwa mustahil bisa menjadikan Liga Inggris lebih mengasyikkan dari saat ini," sambung pria Skotlandia itu.
Dari awal, Liga Inggris memang sangat dinamis. Pergantian penguasa puncak klasemen terjadi silih berganti. Lalu, bagaimana cerita Premiership kali ini akan berakhir?
"Tidak ada kesimpulan yang pasti bila kita berusaha memprediksi hasil (pertandingan)," pungkas Fergie.
(arp/key)










































