Grant yang Mulai Banyak Senyum

Grant yang Mulai Banyak Senyum

- Sepakbola
Rabu, 07 Mei 2008 06:39 WIB
London - Semenjak menggantikan Jose Mourinho di Chelsea, Avram Grant lebih sering menampilkan muka yang ditekuk atau pasang tampang serius. Tapi kini, dia sudah mulai bisa pamer senyum.

Tak mudah, memang, menggantikan sosok Mourinho yang sangat akrab dan dipuja fans. Yang ada Grant lebih sering jadi sasaran olok-olok dan cibiran, bahkan dari pemainnya sendiri, serta acap disudutkan.

Kesabaran manusia tentu ada batasnya. Punya Grant mungkin sudah habis ketika dia membuat wawancara aneh dengan media Inggris pasca kemenangan "Si Biru" atas Everton di Liga Primer. Itu jelas tidak membantunya mendongkrak popularitas, dan justru malah sebaliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini sedikit berbeda, karena Grant sudah mampu membawa Chelsea ke dua "final": Liga Champions dan Premiership. Pada kedua ajang tersebut, lawan yang sama dihadapi, Manchester United. Khusus di Liga Champions, ini adalah raihan istimewa karena klub London itu sama sekali belum pernah maju ke partai puncak, di tangan Mourinho sekalipun.

"Saya hanya perlu melakukan pekerjaan saya dan profesional karena saya datang ke sini dalam sebuah misi. Klub ini adalah klub bagus tapi sedang menurun. Sekarang kami sudah dalam arah yang tepat," tutur Grant dilansir Goal, Rabu (7/5/2008).

Manajer asal Israel itu sepertinya sadar akan sulit buat dirinya menyamai kharisma Mourinho di luar lapangan. Satu-satunya yang bisa mengatrol sosoknya adalah pembuktian skuadnya di dalam lapangan. Setelah gagal merengkuh tropi Liga Inggris, dua kesempatan lain pun datang dan harus bisa dimanfaatkan.

"Sangat menegangkan ketika Anda menciptakan sesuatu, terutama di Chelsea. Di sini Anda perlu menciptakan dan menang. Ketika kami kalah di Piala (Liga Inggris) rasanya seperti pemakaman. Ini adalah tantangan besar buat saya dan sesuatu yang membuat saya senang. Kami punya pemain dan staf luar biasa. Kami bermain sepakbola yang bagus dan mengasyikkan," lugas dia.

Di Liga Primer, Chelsea dan MU sama-sama mengantongi angka 84 sampai dengan pekan 37. Semenjak tahun 1968, inilah kali pertama urutan satu dan dua klasemen masih seimbang pada level ini. Tak heran kalau satu laga sisa akan jadi "final".

"Kami takkan pernah menyerah. Tak ada yang berpikir menjadikan kami sebagai kandidat perebutan gelar. Sekarang perbedaan kami dengan United hanyalah selisih gol. Saya tahu akan sulit buat mereka melawan Wigan," tandas Grant.

Senyum lepas kini mulai terlihat di "wajah kayu" Grant. Jika dalam "dua final" nanti dia mampu membawa Chelsea "mengangkangi" MU, senyumnya pun dipastikan kian mengembang.


(krs/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads