Bruce menjadi sebuah faktor di pekan terakhir Liga Inggris, yang ikut menentukan siapa di antara MU atau Chelsea yang bakal finish sebagai juara. Jika Wigan, tim yang dibesut mantan bek internasional Inggris itu, mampu mengalahkan atau minimal menahan imbang "Setan Merah", dan Chelsea menang atas Bolton, maka piala jatuh ke tangan The Blues.
Sebaliknya, apabila Wigan kalah, MU hampir dipastikan mempertahankan gelarnya. Superiotas mereka dalam hal selisih gol adalah nilai plus yang dimiliki skuad Alex Ferguson dibanding anak-anak buah Avram Grant saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bruce juga turut "membantu" MU dengan menghambat laju Chelsea di pekan ke-34. Berkat gol Emile Heskey di menit 90, Wigan menahan John Terry dkk dengan skor 1-1. Hasil itu membuat MU tetap berada di depan dalam perburuan gelar juara.
Terutama dengan memori kejayaannya bersama MU, brangkali wajar kalau sebagian orang menduga Bruce lebih memilih MU menjadi juara ketimbang Chelsea. Dukungan paling ekstrim yang bisa dilakukan dia adalah Wigan bermain "seadanya". Toh minggu lalu mereka telah menuntaskan misi bertahan di Premier League musim depan, setelah menundukkan Aston Villa 2-0.
Tapi mungkinkan Bruce akan mengalah demi MU? Banyak alasan untuk menjawab tidak. Pertama, Wigan akan bermain di kandang sendiri. Tidaklah menyenangkan membuat publik JJB Stadium pulang dengan aroma kekalahan, dan mereka harus menunggu tiga bulan lagi sebelum kompetisi baru bergulir lagi.
Kedua, faktor uang. Jika mampu mengalahkan MU dan Newcastle kalah di kandang Everton, Wigan akan finish di urutan 12 dan memperoleh hadiah 6,4 juta poundsterling. Sebaliknya, kalah kalah mereka bisa turun ke posisi 15 dan hadiah mereka berkurang 2,1 juta pounds.
Ketiga, Wigan tak pernah kalah dalam lima laga terakhirnya. Mereka boleh kalah telak 0-4 dari MU di pertemuan pertama, tapi itu terjadi di Old Trafford. Dari 18 laga kandang yang telah dilakoni di musim ini, The Latics hanya kalah lima kali.
Keempat, faktor Bruce itu sendiri. Selama menjadi manajer, ia tak pernah bisa mengalahkan bekas klubnya itu dalam sembilan percobaan bersama Birmingham City. Jika kesempatan pertama itu bisa diraih hari Minggu (11/5/2008) ini, kenapa tidak diambilnya?
Kelima, pemilik Wigan Dave Whelan telah memberi jaminan bahwa Bruce tidak akan bermain santai. "Semua yang pers katakan tentang kami yang akan memuluskan MU adalah sampah," tukasnya.
"Kalau kami bisa mengalahkan MU, maka kami akan mengalahkan mereka. Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami. Apapun yang mereka katakan di Chelsea, kami adalah Wigan, dan kami akan berusaha dan mengalahkan tim manapun yang datang ke JJB Stadium," tegas Whelan seperti dikutip dari situs resmi MU.
Keenam, sikap Bruce tentang pertemuan tersebut. "Kami harus profesional dan kami memang akan begitu," ujarnya.
Seharusnya itu sudah cukup untuk tidak menduga-duga lagi bahwa Wigan akan memberi kemudahan buat MU mengalahkan Chelsea dan keluar sebagai juara.
(a2s/key)











































