Cerita Gareth Barry Masih Bergulir

Cerita Gareth Barry Masih Bergulir

- Sepakbola
Kamis, 08 Mei 2008 16:22 WIB
Cerita Gareth Barry Masih Bergulir
Birmingham - Isu bahwa Liverpool menginginkan Gareth Barry terus bergulir. Bahkan rumor ini sudah memakan "korban" bernama Patrick Berger, yang didepak Aston Villa gara-gara mengompori gelandang Inggris itu.

Pemberitaan The Reds ingin memboyong Barry ke Anfield sudah beredar sejak bulan lalu dan kian hari porsinya bertambah. Terakhir pihak Villa mengakui klub asuhan Rafael Benitez itu telah melayangkan proposal pembelian secara resmi.

Hanya saja, menurut Manajer Martin O'Neill, harga yang disodorkan kepada mereka dianggap terlalu kecil untuk pemain sehebat Barry. Tak heran jika O'Neill menilai Liverpool justru merendahkan kualitas pemain incarannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu saja, tidak diragukan lagi. 10 juta poundsterling adalah penilaian yang rendah buat Barry," cetus manajer, seraya menambahkan bahwa proposal itu terdiri dari cash dan beberapa pemain tak terkenal. "Dia itu bermain untuk timnas Inggris."

O'Neill sendiri hingga kini berjuang keras dalam membujuk Barry supaya bertahan di Villa Park. Beberapa pemain Villa juga telah mengutarakan harapannya agar sang kapten tidak meninggalkan klub yang telah dibelanya sejak 1997 itu.

Pengecualian berlaku pada Patrick Berger yang mendukung kepindahan Barry ke Liverpool. Mantan pemain timnas Republik Ceko itu secara tidak langsung menyuruh pemain berusia 27 tahun itu untuk menerima pinangan The Kop.

"Kalau saya ada di posisi Gareth, besok pun saya akan pindah ke sana. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Tidak setiap tahun Liverpool mendatangi Anda," tutur Berger dikutip The Sun. "Dia memang jantung tim kami, tapi (pindah ke Liverpool) akan menjadi tantangan besar buat dia."

Sial buat Berger, pernyataannya itu menyebabkan O'Neill berang. Dari yang semula berminat memperpanjang kontrak Berger, bintang berusia 34 tahun itu bahkan langsung didepak lebih cepat dari semestinya -- kontraknya habis di akhir musim.

"Saya sungguh kecewa dan terkejut bahwa Patrick, dengan segala pengalamannya, melontarkan komentar yang tidak pantas," tukas sang manajer. "Merekomendasikan salah satu pemain kami buat tim lain adalah kelewatan."

Berger kemudian minta maaf, tapi hal itu terlambat karena ia dinyatakan sudah memainkan pertandingan terakhirnya buat Villa pada akhir pekan lalu. Tinggal Barry yang masa depannya masih samar-samar.

Adapun Benitez tertarik merekrut Barry karena oleh kalangan sepakbola Inggris ia adalah tandem yang paling cocok untuk berduet dengan Steven Gerrard di lapangan tengah, jauh lebih baik dibanding Gerrard dengan gelandang Chelsea, Frank Lampard.

(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads