Fantastis. Rasanya tak berlebihan menyandangkan kalimat tersebut pada Ryan Giggs menyusul keberhasilan MU merengkuh gelar Liga Inggris-nya yang ke-17. Faktanya winger senior berusia 34 tahun itu memiliki torehan sejarah yang rasanya sulit untuk dipatahkan oleh pesepakbola manapun.
Memang tak ada lagi sprint meliuk-liuk sambil menggiring bola di daerah pertahanan lawan seperti yang sering diperagakan Giggs beberapa musim lalu. Sebagaimana kondratnya sebagai pesepakbola dan manusia, usia telah membatasi aksi-aksinya di atas lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pastinya bukan karena gol di menit 80 itu saja yang kemudian membuat Giggs menjadi pusat perhatian. Pesepakbola berkebangsaan Wales itu kini tercatat sebagai pemain dengan gelar Premier League terbanyak yakni 10 titel. Dengan kata lain, Giggs selalu menjadi ambil bagian dari sukses "Setan Merah" menguasai Liga Primer dalam 16 tahun terakhir.
Sejarah lain yang dituliskan pemain yang memulai debutnya untuk MU musim 1990-91 adalah soal jumlah penampilan. Menghadapi Wigan adalah pertandingan ke-758 Giggs dalam seragam The Red Devils, jumlah tersebut menyamai rekor penampil terbanyak sebelumnya yang terdaftar atas nama Bobby Charlton.
"Dia fantastis. Dia atlet yang hebat, pribadi yang hebat, pesepakbola yang hebat dan tak adayang berhak mematahkan rekor seperyi yang telah dia lakukan. Rekornya bersama Mnachester United sungguh mengangumkan dan saya sangat bangga padanya," Charlton di IHT.
Kalau Charlton mencetak 198 gol untuk MU sepanjang musim 1956-73 dan memenangi tiga gelar Liga Inggris serta masing-masing satu tropi Liga Champions dan Piala FA, torehan Giggsy jauh lebih fenomenal.
"Cuma" 144 gol yang berhasil dia cetak - jumlah yang tak bisa dibilang jelek karena posisinya sebagai winger -- tapi total 23 titel juara dipersembahkan buat Setan Merah. Selain 10 gelar Liga Inggris, Giggs juga membantu MU memenangi empat Piala FA, dua Piala Liga,empat gelar Community Shield serta masing-masing satu tropi Liga Champions, Super Eropa serta Piala Interkontinental (Kejuaraan Dunia Antarklub).
"Ini adalah titel ketiga saya tapi buat Giggs ini adalah yang ke-10, Anda bisa melihat hal yang jelas dari situ. Dia tetap bersemangat di setiap musim dan itu menjadi isnspirasi buat seluruh anggota tim," Rio Ferdinand tak mau ketinggalan memuji rekannya.
Di pertengahan musim ini banyak yang menyarankan Giggs gantung sepatu karena performanya yang terlihat menurun dan pertimbangan akan trek rekornya yang fenomenal. Namun dengan sebuah gol dan torehansejarah yang makin sering dicatatkannya, Giggs rasanya masih layak mendapat perpanjangan kontrak yang akan berakhir Juni mendatang.
"Saya tidak memperdulikan rekor. Ini adalah soal kejuraan dan tropi. Semoga kami bisa menambahnya satu lagi dalam 10 hari mendatang (Liga Champions)," ungkap Giggs. (din/a2s)











































