'Final' Liga Inggris dan Nasib MU

'Final' Liga Inggris dan Nasib MU

- Sepakbola
Senin, 12 Mei 2008 09:15 WIB
Final Liga Inggris dan Nasib MU
Jakarta - Penentuan juara di pekan terakhir bukan kali ini saja terjadi, karena sejak era Premiership ada tiga musim di mana peistiwa serupa terjadi. Uniknya, Manchester United selalu terlibat di dalamnya.

Dibanding tiga edisi terdahulu, yang terjadi di musim ini adalah salah satu yang paling menegangkan. Cuma keunggulan selisih gol yang membedakan Mu dengan Chelsea di posisi kedua.

Keunggulan selisih gol tersebut pada akhirnya tidak menjadi penentu kemenangan "Setan Merah". Di "final" Liga Inggris, Minggu (11/5/2008), MU memetik kemenangan 2-0 atas Wigan sementara Chelsea cuma bermain imbang 1-1 di Stamford Bridge. Klasemen akhir musim menempatkan MU di posisi teratas dengan keunggulan dua angka, 87 berbanding 85.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasib skuad besutan Sir Alex Ferguson tak sebagus saat pertama menjalani "final" di musim 1994-95. Di tahun itu MU tertinggal dua poin dari Blackburn Rovers saat memasuki pekan terakhir kompetis. Demikian diberitakan Daily Mail.

Menyambangi Liverpool ke Anfield, Blackburn pulang membawa kekalahan 1-2 setelah satu gol Alan Shearer dibalas dua kali oleh John Barnes dan Jamie Redknap. Sayangnya di Upton Park, Manchester United tak mampu memaksimalkan kekalahan pesaingnya karena mereka justru cuma bermain imbang 1-1.

Ketegangan yang sama dirasakan MU semusim berselang (1995-96), kali ini Newcastle United yang jadi kompetitor. Skenarionya mirip sekali dengan musim ini: MU dan Newcastle memasuki pekan terakhir dengan poin sama-sama berjumlah 78, The Red Devils pun punya keunggulan surplus tujuh gol dibanding The Magpies.

Di hari terakhir kompetisi skuad besutan Kevin Keegan ternyata cuma bermain imbang 1-1 saat menjamu Tottenham Hotspur. Padahal di Riverside Stadium tiga gol David May, Andy Cole dan Ryan Giggs mengantar MU menundukkan Middlesbrough 3-0.

Kali terakhir kompetisi ditentukan pada pekan penutup terjadi di musim 1998/99, masih dengan Manchester United yang kali ini ditantang Arsenal. Memasuki hari terakhir kompetisi MU berada di pole position karena punya keunggulan satu poin.

Ketegangan sempat menyeruak di fans MU lantaran Ryan Giggs cs sempat tertinggal saat menjamu Tottenham Hotspur, sementara di Highburry Nwanko Kanu memastikan kemenangan The Gunners atas Aston Villa. Namun MU akhirnya merebut gelar yang nantinya akan melengkapi trebble winners yang kesohor itu setelah David Beckham dan Andy Cole mencetak gol untuk membalikkan keadaan.

Sebelum era Premier League, MU sempat juga menjalani 'final' di musim 1968. Sama seperti tahun ini, penentuan juara musim tersebut juga harus diselesaikan di pekan terakhir. Skenarionya pun nyaris serupa dengan MU duduk di puncak klasemen dengan jumlah poin 56, sementara City menempel ketat di posisi dua dengan dua poin menjadi jarak pemisah.

Secara mengejutkan The Red Devils kemudian gagal menjadi juara karena tumbang 1-2 di tangan Sunderland, sementara The Citizens meraih kemenangan gemilang 4-3 atas Newcastle United. Kemenangan yang hingga kini masih diingat fans City karena itu merupakan terakhir kali mereka menjadi juara Liga Inggris.
(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads