Sempat tertinggal lima angka dari MU di awal bulan April, "Si Biru" perlahan mampu menyamai raihan poin "Setan Merah" sebelum partai pamungkas dimainkan, Minggu (11/5/2008).
Sayang buat kubu Stamford Bridge karena mereka hanya bisa memetik hasil imbang di laga terakhir itu. Pun demikian, seandainya Frank Lampard cs meraih tiga angka, gelar tetap tak didapat karena MU, yang punya keunggulan selisih gol, memetik kemenangan atas Wigan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer asal Israel itu tak terlampau merasa getir karena timnya dinilai sudah melakukan yang terbaik, mengingat banyaknya kendala yang menerpa. Grant sendiri mendapat tantangan berat setelah mewarisi Chelsea dari manajer sebelumnya, Jose Mourinho, yang lekat dengan ukiran prestasi.
"Kalau Anda melihat apa yang terjadi pada kami tahun ini, kami tak memulai liga dengan baik, lalu semua pemain besar cedera, lalu ada Piala Afrika, lantas terkadang bermain dengan lapis kedua yang cedera, dan saya sangat bangga akan apa yang kami lakukan bulan Januari, dan kami memainkan sepakbola yang sangat bagus serta memenangi laga penting," urai dia.
Setumpuk problem itu berdampak terhadap performa deretan pemain bintang Chelsea yang memang kurang mengilap. Sebagai gambaran, penyerang Pantai Gading Didier Drogba hanya bisa mengemas delapan gol di Premiership, jumlah paling sedikit dari dirinya setelah bergabung dengan klub London tersebut.
Dalam laga terakhir kontra Bolton, Drogba pun tak mampu menjebol gawang lawan kendati diturunkan penuh. Yang menjadi pencetak gol Chelsea satu-satunya dalam laga itu adalah Andriy Shevchenko, bintang asal Ukraina yang kilaunya belum kunjung terang di Stamford Bridge.
"Buat Shevchenko, ini adalah musim yang aneh, dimulai dengan tak terlalu bagus, dan beberapa pekan belakangan dia membaik saat latihan. Dibandingkan sedikitnya menit yang dimainkannya tahun ini, dia mencetak banyak gol. Saya senang karena mungkin kami butuh dia di Moskow (final Liga Champions kontra MU)," lugas Grant.
Secara keseluruhan, tak ada pemain Chelsea yang mengemas lebih dari sepuluh gol musim ini di Liga Primer. Jumlah terbanyak dibuat Lampard dengan sepuluh gol, disusul Drogba dengan delapan gol, lalu Joe Cole, Michael Ballack dan Salomon Kalou (masing-masing tujuh gol).
Sheva sendiri cuma mengemas lima gol. Jumlah tersebut jelas terbilang minim mengingat reputasi para pemain itu sendiri serta status Chelsea sebagai salah satu tim raksasa Inggris
Selain itu, tak satupun punggawa Chelsea yang masuk ke dalam susunan tim terbaik Liga Primer musim ini pilihan PFA.
(krs/krs)











































