Menjelang musim 2007/08 tuntas, nama Drogba acap dispekulasikan bakal mengepak koper pergi dari Stamford Bridge. Niat itu kian didengungkan penyerang Pantai Gading tersebut pasca kepergian Jose Mourinho.
Milan adalah satu klub yang acap disebut-sebut, mengingat klub itu memang sedang mencari tambahan penyerang. Walau Rossoneri sempat membantah meminati Drogba tapi kabar tetap berkembang, apalagi si pemain bersangkutan tak menyelubungi keinginan hijrah ke San Siro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku otobiografinya Drogba mengungkapkan bahwa pada suatu ketika dirinya terbang ke Milan dengan menggunakan pesawat jet pribadi, dia berpapasan dengan Wakil Presiden Milan Adriano Galliani saat mendarat. Galliani lantas bertanya, "Kapan Anda akan bermain untuk Milan?"
Drogba dengan lugas menukas, "Kapanpun Anda mau, semua tergantung Anda --siapkan uangnya dan temui Chelsea."
Sementara itu, Times Online beranggapan kalau final Liga Champions kontra Manchester United akan jadi laga terakhir Drogba bersama "Si Biru". Meski Manajer Avram Grant mengaku puas dengan penampilannya, pihak klub sudah lelah menghadapi Drogba yang dinilai tampil kurang konsisten dan sering melontarkan ancaman pindah.
Chelsea pun siap merelakan pemainnya itu pergi jika mereka menerima tawaran dengan jumlah yang tepat pada bursa transfer musim panas nanti. Milan kembali disebut jadi calon pembeli nomor satu, meski Inter Milan bisa saja ikut bergabung berburu Drogba jika Jose Mourinho nantinya menggusur Roberto Mancini sebagai pelatih Nerazzuri.
Sebagai tambahan, fakta bahwa Drogba sudah memiliki sebuah rumah di kota Milan kian memperkuat argumen bahwa dia siap jika sewaktu-waktu pindah dari London ke kota mode di Italia tersebut.
(krs/ian)











































