Adalah Steve Bennett yang jadi sorotan Grant terkait hasil pertandingan MU vs Wigan Athletic akhir pekan lalu. Dalam laga yang berakhir 2-0 dan kemudian menjadi penentu "Setan Merah" menjadi juara, Bennett disebut Grant membuat banyak kesalahan yang memberi keuntungan pada MU dan ujung-ujungnya merugikan Chelsea.
Pelatih asal Israel itu menyebut MU seharusnya dihukum penalti setelah Rio Ferdinand menyentuh bola dengan lengannya di kotak penalti. Sementara Paul Scholes semestinya mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar dengan keras Wilson Palacios.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir dalam pertandingan menghadapi Manchester United di Old Trafford, wasit (Mike Dean) punya peran besar dalam menentukan hasil pertandingan. Saya pikir tak seharusnya John Obi Mikel di kartu merah. Saya pikir Paul Scholes seharusnya dikartu merah Minggu kemarin juga hadiah penalti buat Wigan. Tapi semua sudah selesai, saya mengucapkan selamat buat MU," ungkap Grant di Dailymail.
Menghadapi "final" keduanya dengan MU di laga pamungkas Liga Champions, Grant mengaku tak khawatir kejadian serupa bakal terulang. Dasar keyakinannya cuma satu: bukan wasit Inggris yang memimpin laga final nanti.
"Saya katakan pada Anda kalau saya percaya dengan tradisi pertandingan yang adil di Inggris. Saya tidak menentangnya. Tapi apa yang kemudian terjadi sudah saya perkirakan. Di Inggris ada wasit yang sangat bagus - tapi di antara itu ada sedikit yang bisa Anda pengaruhi, seperti yang Anda lihat."
"Ya, bisa dikatakan seperti itu (senang bukan wasit Inggris yang memimpin pertandingan final," pungkas Grant saat ditanya soal wasit final Liga Champions. (din/key)











































