Teriakan-teriakan bernada negatif, mulai dari yang relatif halus sampai teramat kasar, sudah pernah mampir di kuping penyerang "Setan Merah" tersebut. Alhasil dia pun sudah terbiasa bahkan cenderung tak peduli.
"Tempo hari kami baru saja membicarakannya," senyum Rooney seperti dilansir Daily Mail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peduli atau tidak, celaan yang datang ini sebenarnya cukup lucu, kalau tidak mau dibilang aneh. Sebagai pemain terbaik Inggris, Rooney mendapat celaan dan ejekan dari pendukung klub lawan, yang di lain waktu malah menginginkan banyak hal positif dari dia ketika tampil membela Inggris.
"Mungkin karena caraku bermain," duga Rooney mengira-ngira alasan orang mencelanya.
"Aku suka menekel dan kalau Anda melakukan tekel yang kurang tepat di markas lawan, mereka sepertinya tak suka dan langsung mencaci. Jadi itu tak masalah buatku," imbuh dia.
Gaya permainan seperti itu mungkin saja menjadi alasan banyak pendukung lawan tak menyukainya dan sering melontarkan cacian buat si pemakai nomor sepuluh "Setan Merah" tersebut. Namun dia jelas takkan berubah.
"Yang utama adalah aku menilai diriku jujur. Anda tak mau dikenal sebagai tukang tipu. Terkadang aku sering memberikan tendangan bebas dan suka mendebat wasit, tapi itu hanya keinginan dan sikapku ke arah permainan. Aku tak suka kalah," lugas pemain berusia 22 tahun tersebut.
Celaan terkeras buat Rooney niscaya hadir ketika MU menyambangi Goodison Park --markas Everton yang adalah bekas klubnya-- dan Anfield --klub yang jadi seteru berat Everton. Tapi dengan sederet raihannya tahun ini, ejekan fans lawan itu tak lebih hanya sekadar jadi angin lalu.
Lihat saja prestasinya musim ini. MU mampu dibawanya ke tahta juara Premiership, sekaligus memiliki kans juara Liga Champions. Di luar lapangan, tahun ini dia pun siap menikahi tunangan tercinta. "Ini akan jadi tahun yang hebat. Jadi kalau kami bisa memenangi piala, aku yakin pernikahanku akan jadi lebih baik," tandas dia.
Mungkin sudah nasib kalau jadi bintang besar, Rooney. Suatu ketika bisa dicela, kali lain malah dipuja-puja.
(krs/arp)










































