Hiddink Merapat ke Chelsea?

Hiddink Merapat ke Chelsea?

- Sepakbola
Senin, 26 Mei 2008 01:22 WIB
Hiddink Merapat ke Chelsea?
London - Sudah bukan rahasia lagi jika Guus Hiddink memiliki hubungan akrab dengan pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Hal inilah yang membuat Hiddink ditengarai tengah merapat ke Stamford Bridge.

Saga siapa pelatih baru The Blues bergulir dengan cepat. Satu hari setelah Avram Grant didepak, nama-nama suksesornya mulai berseliweran di berbagai media. Mulai dari Frank Rijkaard, Roberto Mancini, hingga Jose Mourinho, adalah orang-orang yang diberitakan bakal menjadi pelatih Chelsea musim depan.

Kini muncul satu nama baru: Guus Hiddink. Alasannya, selain dikenal sangat akrab dengan Abramovich, posisi Hiddink sebagai pelatih Rusia saat ini juga tak lepas dari campur tangan taipan minyak Rusia itu. Ada kabar yang menyebut bahwa Abramovich-lah orang dibalik penunjukan Hiddink sebagai pelatih "Tim Beruang Merah".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebetulan posisi pria asal Belanda itu di timnas Rusia juga tak sepenuhnya aman. Meski masih memiliki kontrak hingga 2010, kinerja Hiddink tetap akan dievaluasi tergantung dengan hasil yang dicapai Andrei Arshavin cs di Piala Eropa 2008.

"Kami akan mengevaluasi hasil kerjanya setelah perhelatan Piala Eropa," tandas Ketua Federasi Sepakbola Rusia Vitaly Mutko di situs Goal.

Bisa jadi hal tersebut hanya akal-akalan Abramovich untuk menjadikan Hiddink sebagai pelatih Chelsea musim depan. The Guardian bahkan memberitakan bahwa klub asal London itu kini tengah mengadakan pembicaraan rahasia dengan Hiddink.

"Guus Hiddink adalah seseorang yang cocok untuk pekerjaan itu (melatih Chelsea). Dia telah membuktikan diri sebagai pelatih level top. Ia memiliki prestasi di level klub dan juga internasional sehingga saya yakin ia bisa diterima dengan baik oleh para fans," tukas salah satu legenda Chelsea, Ron Harris.

Sebagai pelatih Hiddink memang memiliki segudang prestasi. Ia pernah membawa PSV Eindhoven menjuarai Liga Belanda, membawa Real Madrid memenangi Piala Interkontinental, dan membuat Korea Selatan menjadi tim kejutan di Piala Dunia 2002 dengan menempati peringkat empat. Catatan tersebut jelas sejalan dengan keinginan Abramovich untuk mendatangkan seorang pelatih berkualitas bagi klubnya.

(roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads