Giovani dan Ambisi Big Four Spurs

Giovani dan Ambisi Big Four Spurs

- Sepakbola
Senin, 09 Jun 2008 09:46 WIB
Giovani dan Ambisi Big Four Spurs
London - Salah satu ambisi Juande Ramos dan Tottenham Hotspur musim depan adalah menjadi bagian The Big Four Liga Inggris. Amunisi berkelas pun didatangkan dengan yang teranyar adalah Giovani dos Santos.

Semenjak ditunjuk untuk menangani Spurs pada Oktober 2007 Ramos sudah melakukan revolusi untuk mengubah The Lilywhites menjadi tim yang lebih baik. Ia mengontrol segalanya, mulai dari latihan hingga menu yang dikonsumsi oleh para pemainnya.

Usahanya itu tak sia-sia. Beberapa bulan kemudian ia berhasil membawa Tottenham menjadi juara Piala Carling 2008. Itulah trofi pertama klub London Utara itu sejak tahun 1999. Ramos telah berhasil menuntaskan dahaga gelar Tottenham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

So, mengapa tak mungkin jika dirinya musim depan menjadikan Tottenham masuk jajaran The Big Four?Β  Apalagi saat ini Ramos memiliki waktu lebih banyak untuk membangun skuad dan memilih pemain yang sesuai dengan pakem dan strateginya.

Satu orang sudah berhasil didatangkan ketika musim 2007/08 belum rampung, Luka Modric. Gelandang berusia 22 tahun asal Kroasia itu dianggap memiliki bakat untuk menjadi pemimpin lini tengah meski usianya masih muda.

Yang paling baru adalah Giovani dos Santos. Gelandang berusia 19 tahun yang diboyong dari Barcelona itu sudah lama digadang-gadang akan menjadi salah satu bintang besar di masa depan. Telegraph mengklaim bahwa Tottenham herus membayar hingga 8,6 juta poundsterling (sekitar Rp 155 miliar) untuk membawanya keluar dari El Barca.

Giovani pun mengaku dirinya senang bisa bergabung dengan Spurs karena klub sekota Arsenal dan Chelsea ini memiliki ambisi yangsangat besar. "Saya menyukai rencana Tottenham, mereka sangat ambisius. Saya mendapat tawaran dari klub lain dan juga Juande Ramos, tetapi inilah tawaran yang paling menantang," tandasnya di Goal.

Masalahnya, tak gampang menggoyahkan dominasi Big Four yang sampai saat ini masih dikuasai Manchester United, Chelsea, Arsenal, dan Liverpool. Kini pun semuanya hanya tinggal menunggu waktu. Ramos sendiri sudah membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pelatih jempolan. Sehingga bukan tak mungkin ambisinya itu menjadi kenyataan musim depan.

(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads