PT Direct Vision, selaku carrier Astro TV di Indonesia, saat ini tengah diperiksa oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait dugaan monopoli acara siaran langsung Liga Inggris.
Namun, Senior Vice President PT Direct Vision Halim Mahfudz membantah ada monopoli yang dilakukan oleh pihaknya. Ia mengungkapkan bahwa PT Direct Vision saat ini hanya memiliki tempat sebesar 24% dalam market share pemirsa televisi berbayar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun meminta para penikmat siaran Liga Inggris yang sudah terbiasa menyaksikan siaran gratis untuk memahami hal ini. Menurutnya, televisi berbasis bayar seperti Astro kini sudah saatnya bisa menjadi alternatif tontonan bagi masyarakat.
"Saya harap masyarakat bisa memahami dan menganggap stasiun TV bayar sebagai salah satu alternatif tontonan. Mengenai isi konten, kita berbeda dengan stasiun TV tidak bayar yang acaranya kini banyak diprotes. Di sini kami menyajikan tontonan sesuai segmen," tukasnya.
"Kalau soal yang tidak bisa menikmati siaran langsung Liga Inggris, mungkin nanti kita akan adakan acara nonton bareng atau giant screen, tentu itu dengan persetujuan dari Astro TV," pungkasnya.
(roz/din)











































